Jenasah widarmi.

NEGARA,balipuspanews.com- Rasa penasaran Selamat Sugianto warga jalan Rajawali, Lingkungan Asri kelurahan Gilimanuk karena tetangganya Ni Ketut Widarmi,55, tidak kelihatan terjawab.

Tetangga yang rumahnya bersebelahan itu ternyata meninggal dunia didalam rumahnya.

Kamis (26/3) sekitar pukul 06.30, Selamat Sugianto meminta istrinya Siti Nurhotimah menenggok Widarmi dirumahnya yang lebih tepat disebut gubuk karena tidak ada keluar rumah dan tidak ada aktivitas.

Nurhotimah kemudian menengok ke rumah Widarmi yang berdampingan dengan rumahnya. Saat Nurhotimah masuk ke dalam rumah korban, dia kaget melihat Widarmi terbujur sudah kaku diatas tenoat tidurnya dan tidak bernafas.

Melihat tetangganya sudah menjadi mayat Nurhotimah kemudian keluar dan memberitahu suaminya. Karena ragu dan tidak percaya, Selamat Sugianto kemudian masuk ke dalam rumah Widarmi dan melihat tetangganya terbujur kaku dan kaki terlihat membiru.

Melihat kejadian tersebut, Sugianti tersebut lalu melapor ke kepala lingkungan Asri yang kemudian disampaikan ke Polsek kawasan Laut Gilimanuk.

Kabar meninggalnya Wudarmi ini dengan cepat menyebar bahkan ada yang mengait-ngaitkan kalau penyebab kematianya diduga karena corona termasuk diunggah di media social hingga membuat warga khususnya di Gilimanuk resah.

Tim Inafis Polres Jembrana bersama tim medis Puskesmas Gilimanuk dan satgas covid-19 Jembrana yang datang kemudian melakukan pemeriksaan.

Dari hasil pemeriksaan tidak ditemukan adanya tanda – tanda kekerasan di tubuh korban. Sementara Satgas Covid 19 Jembrana yang diakili Kabid Pencegahan dan pengendalian penyakit, dr I Gusti Agung Putu Arisantha menegaskan bahwa kematian korban tidak dapat dikategorikan dalam gejala covid -19 mengingat tidak ada gejala – gejala awal yang diderita dan kematianya secara mendadak yang diduga karena penyakit yang dideritanya yakni Diabetes Militus dan Hipertensi.

”Dari keterangan saksi – saksi korban menderita luka – luka seperti orang diabetes dan pernah jatuh sendiri di dalam rumah serta tidak mau berobat ke dokter. Saat Nyepi sekira pukul 11.00 korban sempat meminta tolong kepada Nuthotimah untuk membelikan makan dan minuman dingin,” ujar Kapolsek Kawasan Laut Gilimanuk Kompol Gusti Nyoman Sudarsana melalui Kanit Reskrim Iptu Putu Suparta.

Setelah diperiksa, jenasah Widarmi kemudian diserahkan ke pihak Gereja Gilimanuk yang di wakili Netty Johana Elizabeth dan akan segera dimakamkan.

“Kami menghimbau kepada masyarakat agar tidak resah atau menyebar kabar yang mengait-ngaitkan kemartian korban karena corona. Korban meninggal karena sakit diabetes dan hipertensi, bukan karena corona,” tegasnya. (nm/bpn/tim)