Januartika Tertahan di Kapal Pesiar Diamond Princess akan Segera di Evakuasi Pulang
Para Awak WNI yang tertinggal di kapal Diamond Princess

SEMARAPURA,balipuspanews.com -Awak kapal Diamond Princess I Ketut januartika (28 ) bersama puluhan WNI lainnya yang masih tertahan di kapal pesiar Diamond Princess yang sandar di Yokohama Jepang berencana akan segera memulangkan mereka ke tanah air.

Penjemputan itu dilakukan dengan mengerahkan pesawat udara Ketika dihubungi melalui sambungan chat melalui media sosial Ketut Januartika menyebutkan  sisa crew kapal pesiar asal negara lain seperti Meksiko Peru Serbia Rumania dan Ukraina sudah dijemput oleh negaranya masing-masing Jumat kemarin.

Sedangkan dirinya bersama WNI lainnya mendapat informasi bahwa mereka akan dijemput pemerintah RI pada hari minggu 1 Maretyang akan datang. “Menurut Kapten Diamond Princess ,dirinya bersama WNI lainnya akan dijemput pada minggu ini,”Jelaskan ketika dihubungi melalui pesan media sosial .

Seperti diketahui sampai saat ini hanya tinggal awak kapal asal Indonesia saja yang masih ada tertahan di kapal Diamond Princess .

Untuk mengembalikan mereka ke negara masing-masing pemerintah Indonesia masih perlu berkoordinasi dengan pemilik kapal Diamond Princess dan pemerintah Jepang hingga penjemputan agak tertunda ,terangnya.

Menurut rencana pemerintah Indonesia berencana akan memulangkan mereka WNI yang bertahan di kapal pesiar Diamond Princess melalui pesawat udara ,mereka juga bakal dikarantina terlebih dahulu sebelum mereka dipulangkan ke daerah mereka masing-masing. Adapun tempat rencana karantina yang telah dialokasikan pemerintah beberapa pekan dipusatkan di kepulau an Seribu.

Menurut Ketut Januarta,dirinya dan WNI lainnya memahami prosedure pemulangan yang ditetapkan pemerintah. Karena itu dirinya bersama bersama puluhan WNI lainnya yang masih tertahan di kapal pesiar Diamond princess di yokohama jepang sedikit bisa bernapas lega karena pemerintah sudah berencana akan segera menjemput mereka ke tanah air dengan pesawat udara .

 

Lebih jauh ketika dihubungi melalui sambungan media sosial Ketut Januartika  menyatakan crew kapal pesiar asal negara lain seperti dari Meksiko, Peru, Serbia ,Rumania dan Ukraina sudah dijemput oleh negaranya masing-masing jumat kemarin .

Sedangkan dirinya bersama puluhan WNI lainnya mendapat informasi bahwa mereka dijemput pemerintah RI pada Minggu 1 Maret ini. Kata kapten Kapal,kami akan dijemput pada minggu ini, jelasnya.

Seperti diketahui hari ini hanya tinggal crew asal indonesia yang masih ada tertahan di kapal Diamond Princess. Untuk mengembalikan mereka kenegara masing-masing pemerintah indonesia masih perlu mengadakan komunikasi dengan pihak Kapal Diamond Princess dan juga pemerintah Jepang.

Semua WNI yang masih tertahan di kapal pesiar Diamond Princess direncanakan bakal dialokasikan diisolasi selama beberapa pekan rencananya di Kepulauan Seribu sebelum dipulangkan ke daerah asalnya masing-masing .Menurut januartika hal itu bisa dipahami oleh seluruh WNI yang tertahan sebagai bentuk prosedur yang harus dilalui mereka untuk menangkal penyebaran virus Corona di tanah air.

Lebih jauh Ketut Januartika mengakui sudah dua kali menjalani tes kesehatan yakni tes temperatur suhu badan  dan Tes air liur. Dia dan teman temannya yang masih tertahan di Kapal ,negatif tak terpapar virus corona. “Kami memang sudah siap untuk dijemput dan dikarantina ,”ungkap warga asal Mreranggen Desa Tangkas,Klungkung .

Menurutnya dirinya bekerja di kapal pesiar Diamond Princess sejak 20 Januari 2020. Namun sejak 3 Februari 2020,kapal Diamond Princess harus berlabuh di Yokohama ,Jepang ,karena diketahui ada penumpangnya yang positif tertular virus Corona . Dia mengaku resah ingin cepat pulang karena takut terpapar virus Corona, karena masih berada di atas kapal pesiar tersebut.

Selama ini di kapal dirinya  juga WNI lainnya tidak bekerja penuh .Kalau biasanya dia bekerja sampai jam 11, namun akibat situasi sekarang dia hanya bekerja 5 jam saja.

Pekerjaan yang diambilnya juga hanya bersih-bersihsaja. Keberdaan Ketut januartika ini sempat membuat cemas keluarganya  di Banjar Mranggen Desa Tangkas, Klungkung ,utamanya ibunya Ni Wayan Mastini, yang selalu bersedih memikirkan dirinya. Namun pihak keluarga selalu berdoa setiap hari agar Ketut Januartika sehat dan selamat jika pulang ke Bali .Keluarga juga berencana tidak menggelar  acara khusus, jika januartika sudah pulang ke tanah air .

Hanya keluarga justu menyerahkan penanganan sang anak kepada pemerintah sesuai aturan prosedur penanganan penyebaran virus Corona yang distandarkan oleh WHO kepada pemerintah Republik Indonesia. (Roni/BPN/tim)