Wakil Walikota Denpasar, IGN. Jaya Negara saat menyerahkan punia di Balai Banjar Dukuh Mertajati, Desa Pekraman Sidakarya, Kecamatan Denpasar Selatan, pada Senin (14/10)
Wakil Walikota Denpasar, IGN. Jaya Negara saat menyerahkan punia di Balai Banjar Dukuh Mertajati, Desa Pekraman Sidakarya, Kecamatan Denpasar Selatan, pada Senin (14/10)
sewa motor matic murah dibali

DENPASAR, balipuspanews.com- Bertepatan dengan rahina Soma, Senin (14/10) terlihat serentak para warga Banjar Dukuh Mertajati, Desa Pekraman Sidakarya, Kecamatan Denpasar Selatan, mengenakan pakian adat kepura bernuansa putih kuning, dikarenakan para warga sedang melaksanakan prosesi Petirtan, Pengenteg, Pedudusan Alit, Nyatur Bah, Kebat Daun, serta Nangun Ayu yang merupakan beberapa rangkaian Karya Ngenteg Linggih dan Pedudusan Alit Nyatur Bah.

 

Upacara ini dihadiri dan disaksikan langsung Wakil Walikota Denpasar IGN. Jaya Negara, DPRD Provinsi, Ni Wayan Sari Galung, DPRD Provinsi, A.A Gede Suyoga, DPRD Kota Denpasar, I Nyoman Darsa, DPRD Kota Denpasar, I Wayan Suadi Putra, Camat Densel, I Wayan Budha serta para tokoh Agama, dan Tokoh Masyarakat di Desa Pekraman Sidakarya.

 

Kedatangan Jaya Negara ke Banjar Dukuh Mertajati disambut baik warga setempat. Sebelum melakukan persembahyangan bersama dengan warga setempat Jaya Negara menyaksikan rangkaian pelaksanaan upakara yang dipuput Ida Pedanda Putra Bajing. Seusai persembahyangan bersama Jaya Negara juga menyerahkan punia.

Kelian Banjar Dukuh Mertajati, Made Suartika saat diwawancara seusai kegiatan mengatakan Kegiatan ini merupakan serangkaian dari Karya Ngenteg Linggih dan Pedudusan Alit Nyatur Bah yang dilaksanakan di Balai Banjar Dukuh Mertajati. Upacara ini dilakukan karena telah rampungnya pembangunan Periangan dan Balai Kulkul. Upacara ini sudah dimulai sejak Sabtu (28/9) dilaksanakan matur piuning karya, dilanjutkan pada tanggal Selasa (1/10) dilaksanakan nanceb tetaring, Sabtu (5/10) dilaksanakn ngeteg ras, Selasa (8/10) dilaksanakan mecaru manca panca sapta atau disebut juga medurga dan ngingsah, Jumat (11/10) dilaksanakan upacara melasti ke segara mertasari, dan hari ini Senin Senin (14/10) yaitu puncak karya, dan terkahir pada Sabtu (19/10) dilaksanakan upacara nyegara Gunung di Pura Goa Lawah.

Lebih lanjut Made Suartika berharap, untuk kedepannya hal-hal yang sudah dilakukan agar tetap dipertahankan dan dilestarikan terutama dalam kegiatan keagamaan, adat dan budaya karena kita di Bali, khususnya di Kota Denpasar tidak luput dari kegiatan keagamaaan maka dari itu perlu juga mendapat perhatian dan dukungan  dari kita semua,”ujarnya.

Sementara Wakil Walikota IGN. Jaya Negara mengatakan sangat apresiasi dengan antusiasme warga masyarakat dalam melaksanakan upacara yadnya. Ia berharap dengan terselenggaranya upacara ini rasa persatuan dan rasa Sradha Bhakti bakti kepada Ida Sang Hyang Widhi semakin meningkat sehingga menimbulkan dampak yang positif.