Komunitas Peduli Kesehatan Mental (Kopi Kental) menggelar temu kangen antar pengurus. Temu kangen
Komunitas Peduli Kesehatan Mental (Kopi Kental) menggelar temu kangen antar pengurus. Temu kangen

TABANAN, balipuspanews.com – Menjelang akhir tahun 2019, Komunitas Peduli Kesehatan Mental (Kopi Kental) menggelar temu kangen antar pengurus. Temu kangen ini digelar di ruang pertemuan Kantor Dinas Sosial Kabupaten Tabanan, Jumat (13/12).

Temu kangen ini diawali dengan agenda evaluasi perjalanan kopi kental dari awal berdiri hingga saat ini. Berbagai ide dan gagasan kemudian mengemuka agar kedepannya Kopi Kental bisa berkiprah lebih luas lagi bagi masyarakat Tabanan.

Salah satunya muncul dari Ni Kadek Arlini yang menyebutkan kedepan perlu dilakukan pendataan ke masyarakat. Pendataan yang dimaksudkannya ini adalah pendataan terhadap warga yang berpotensi mengalami penyakit mental.

Senada dengan Arlini, pengurus lainnya dr. IGNB Mahayasa, Sp.Kj., menyebutkan bahwa masyarakat secara keseluruhan sangat penting diberi pemahaman dalam penanganan awal pengidap gangguan jiwa. Sederhananya, masyarakat harus diberi bekal pemahaman atau SOP dalam menangani pengidap gangguan jiwa.

“Bila perlu SOP tersebut kemudian disebar dan ditempel setiap desa atau banjar,” sebutnya.

Dokter ahli kejiwaan yang bertugas di BRSU Tabanan ini juga menekankan bahwa hal yang tidak kalah pentingnya dilakukan terhadap masyarakat yang mengalami gangguan jiwa adalah upaya pencegahan. Mengingat dengan berbagai tuntutan hidup saat ini, tidak sedikit masyarakat yang mengalami ketertekanan secara psikis.

“Ini memiliki potensi bagi seseorang bisa mengidap gangguan mental,” jelasnya.

Sementara Rika Rona selaku salah satu inisiator berdirinya Kopi Kental mengatakan bahwa memang kedepan Kopi Kental akan memperluas ruang lingkup kegiatan. Tidak saja hanya dalam melayani pasien orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) melainkan juga dengan program-program kemanusiaan. Seperti rumah singgah dan kegiatan kemanusiaan lainnya.

Temu kangen ini juga melahirkan sebuah kesepakatan bahwa kedepan Kopi Kental harus berbadan hukum. Sehingga ruang gerak dan kiprahnya bisa semakin luas dalam memberikan pelayanan bagi masyarakat. (*BPN/ rah/tim)

Tirto.ID
Loading...