Jelang Coblosan Pilkada Serentak, Hanura Cium Indikasi Money Politik

DENPASAR, balipuspanews.com- Partai Hanura “mencium bau” money politik menjelang Pilkada serentak yang tinggal sepekan. Munculnya indikasi politik uang disampaikan langsung oleh sekretaris DPD Hanura Bali, I Putu Indra Mandala Putra saat dikonfirmasi di kantor DPD Hanura Bali, Jalan Imam Bonjol, Denpasar, Selasa (1/12/2020).

Menurutnya, Indikasi terjadinya money politik yang berkembang di lapangan semakin tercium bak bau kentut. Wujudnya tidak ada, namun baunya ada.

Politikus yang akrab dipanggil Iman ini mengatakan, informasi yang didapatkan dari kader maupun relawan di lapangan bahwa beredar kabar akan ada politik uang yang akan diterapkan sebagai senjata pemenangan dalam Pilkada nanti.

Ketika ditanya Calon dan daerah yang menggunakan politik uang tersebut, pria asal Bumi Makepung ini enggan menyebutkan. Namun indikasi tersebut semakin menguat di lapangan.

Baca Juga :  Tinjau Pembangunan Kantor Perpustakaan, Wabup Kasta Ingatkan Rekanan Tetap Jaga Kualitas Kinerja

Ia mengajak mayarakat Bali pada umumnya, dan bagi Kabupaten/Kota yang melangsungkan hajatan lima tahunan ini agar memilih seorang pemimpin dengan hati nurani, tanpa harus tergiur dengan iming-iming pesanan untuk mencoblos salah satu calon

Jika memilih dengan imbalan uang, lanjut Iman, tentu akan menghasilkan seorang pemimpin yang tidak berkualitas, karena dipilih tidak secara demokratis atau ada unsur tekanan dan pemimpin akan merasa tidak ada hutang dengan suara rakyat, pasalnya suara sudah dibeli.

“ Money politik itu kayak kentut, baunya ada, wujudnya tidak ada. Kami harap masyarakat cerdas memilih seorang pemimpin, gunakan hati nurani dalam memilih untuk mewujudkan pemimpin yang membawa perubahan dan kesejahteraan rakyat,” paparnya.

Baca Juga :  KIB Prioritaskan Airlangga, Pengamat: Pantas, Punya Karir dan Kinerja Cemerlang

Untuk mewujudkan seorang pemimpin yang berkualitas, ia mengajak masyarakat harus berpikir cerdas dalam menentukan pemimpin selama lima tahun kedepan yang tentu membawa perubahan baik secara kebijakan yang pro rakyat, membangun daerah, dan mensejahterakan masyarakatnya melalui terobosan untuk membangun daerah.

PENULIS : Budiarta

EDITOR : Oka