Jalan Tol atau jalan bebas hambatan Cisundawu dikabarkan rampung pengerjaannya pada ahkir tahun 2019.
Jalan Tol atau jalan bebas hambatan Cisundawu dikabarkan rampung pengerjaannya pada ahkir tahun 2019.
sewa motor matic murah dibali

SUMEDANG. Balipuspanews.com. – Jalan Tol atau jalan bebas hambatan Cisundawu dikabarkan rampung pengerjaannya pada ahkir tahun 2019. Tentu saja jalan Tol ini akan segera dioprasikan, agar tahun 2020 program mengurangi kemacetan jalur Bandung – Cirebon berjalan lancar.

Tidak menutup kemungkinan akses Bandung – Cirebon via Sumedang menjadi sepi. Hal itu berdampak pada pengusaha kuliner Tahu Sumedang menjadi sepi pengunjung, apabila jalan Tol Cisundawu dioprasikan.

Ratusan pedagang tahu goreng khas Sumedang merasa cemas, pedagang tahu Sumedang sepanjang ruas jalan Tanjungsari sampai Paseh terancam gulung tikar. Dan akan mengalami nasib yang sama dengan para pedagang di jalur Pantura Jakarta – Cirebon via Indramayu setelah dioprasikannya jalan Tol Cipali.

Berdasarkan pantauan Balipuspanews.com selama sepekan dilapangan menyimpulkan. Sejak dioprasionalkan jalan tol Cikampak – Palimanan ( Cipali ) ratusan pedagang warung makan dan restauran mengalami kebangkrutan. Meskipun rumah makan membangun kembali di jalur Jalan Tomo Sumedang. Pengusaha rumah makan harus mengeluarkan biaya ratusan juta rupiah.

Seperti yang dikatehui rumah makan Taman Selera semula di Jalan Pantura Losarang Indramayu sekarang berpindah lokasi di wilayah Gantar Indramayu. Gedung Rumah Makan yang berada di Losarang nyaris ambruk. Begitu juga Rumah Makan Uun di Subang, harus berpindah.

Kedua rumah makan yang melayani Bus Antar Kota PO. Sinar Jaya ini mau tidak mau harus mengoprasikan di wilayah Gantar Indramayu. Tak ayal lagi warung – warung makan yang nota benenya warung kecil yang melayani pelanggan di jalaur pantura mengalami kebangkrutan.

Kecemasan para pengusaha tahu Sumedang bukan persoalan tidak beralasan. Sudah barang tentu jika pengerjaan jalan tol Cisundawu rampung dan dioprasikan. Dipastikan jalur Bandung – Sumedang Kota akan menjadi sepi.

Sementara itu sebagian konsumen tahu di kawasan Sumedang Kota, sebagian besar warga dari luar kota seperti Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Jawa Tengah. Yang kebetulan lewat Sumedang baik dari arah Bandung maupun dari Jawa Tengah. Bukan semata – mata mereka sengaja bertandang
ke Sumedang Kota hanya untuk membeli tahu.

Menurut salah satu pedagang tahu H. Udin yang berlokasi di Dusun Margamulya Desa Cimalaka Kecamatan Cimalaka Kabupaten Sumedang Jawa Barat Jum’at (3/5/2019) dini hari kepada Balipuspanews.com mengatakan. Apabila jalan tol Cisundawu dioprasikan para penjual tahu di wilayah Sumedang kota akan bertambah semakin sepi.

Dengan dioprasikannya jalan tol Cikampak – Palimanan ( Cipali ) omset penjualan turun drastis. Ditambah dengan dioprasikan jalan tol Cisundawu tidak menutup kungkinan banyak yang akan gulung tikar “sudah pasti lah pak, kami cemas sekali, kalau dagangan kita tida laku berarti pertumbuhan ekonomi turun” Ibu Een cemas.

Sedangakan menurut M. Raup (65) pedagang tahu di Jln. Raya Paseh Sumedang. Mengaku setelah jalan tol Cipali omset penjualan menurun, sebelum dioprasikan jalan tol Cipali per hari mempu menggiling sampai 5 atau 6 gilingan. Artinya bisa memproduksi tahu dari Congeang yang cukup lumayan. Akan tetapi setalah dioprasikan jalan tol Cipali hanya mampu memproduksi 3 kali gilingan setiap harinya.

“jika saja jalan tol Cisundawu di oprasikan, tak tau lagi mau bilang apa. Saya sudah lansia, harus banting setir usaha, kemudian mau usaha apa. Tahu merupakan jalan usaha untuk memenuhi kebutuhan sehari – hari” ujar Raup memelas.

Raup menambahkan, dengan kondisi baik sekarang maupun yang akan datang. Sangat diperlukan upaya pemerintah Kabupaten Sumedang agar kondisi ini dapat diselamatkan. “ini akan terjadi keterpurukan, selama puluhan tahun para pedagang tahun bisa bertahan. Namun sa’at ini menghadapi ancaman bagi perekonomian masyarakat terutama para pedagang tahu dan pengusaha tahu” katanya. (Muh. Yadi/bpn/tim)

SUMEDANG. Balipuspanews.com. – Jalan Tol atau jalan bebas hambatan Cisundawu dikabarkan rampung pengerjaannya pada ahkir tahun 2019. Tentu saja jalan Tol ini akan segera dioprasikan, agar tahun 2020 program mengurangi kemacetan jalur Bandung – Cirebon berjalan lancar.

Tidak menutup kemungkinan akses Bandung – Cirebon via Sumedang menjadi sepi. Hal itu berdampak pada pengusaha kuliner Tahu Sumedang menjadi sepi pengunjung, apabila jalan Tol Cisundawu dioprasikan.

Ratusan pedagang tahu goreng khas Sumedang merasa cemas, pedagang tahu Sumedang sepanjang ruas jalan Tanjungsari sampai Paseh terancam gulung tikar. Dan akan mengalami nasib yang sama dengan para pedagang di jalur Pantura Jakarta – Cirebon via Indramayu setelah dioprasikannya jalan Tol Cipali.

Berdasarkan pantauan Balipuspanews.com selama sepekan dilapangan menyimpulkan. Sejak dioprasionalkan jalan tol Cikampak – Palimanan ( Cipali ) ratusan pedagang warung makan dan restauran mengalami kebangkrutan. Meskipun rumah makan membangun kembali di jalur Jalan Tomo Sumedang. Pengusaha rumah makan harus mengeluarkan biaya ratusan juta rupiah.

Seperti yang dikatehui rumah makan Taman Selera semula di Jalan Pantura Losarang Indramayu sekarang berpindah lokasi di wilayah Gantar Indramayu. Gedung Rumah Makan yang berada di Losarang nyaris ambruk. Begitu juga Rumah Makan Uun di Subang, harus berpindah.

Kedua rumah makan yang melayani Bus Antar Kota PO. Sinar Jaya ini mau tidak mau harus mengoprasikan di wilayah Gantar Indramayu. Tak ayal lagi warung – warung makan yang nota benenya warung kecil yang melayani pelanggan di jalaur pantura mengalami kebangkrutan.

Kecemasan para pengusaha tahu Sumedang bukan persoalan tidak beralasan. Sudah barang tentu jika pengerjaan jalan tol Cisundawu rampung dan dioprasikan. Dipastikan jalur Bandung – Sumedang Kota akan menjadi sepi.

Sementara itu sebagian konsumen tahu di kawasan Sumedang Kota, sebagian besar warga dari luar kota seperti Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Jawa Tengah. Yang kebetulan lewat Sumedang baik dari arah Bandung maupun dari Jawa Tengah. Bukan semata – mata mereka sengaja bertandang
ke Sumedang Kota hanya untuk membeli tahu.

Menurut salah satu pedagang tahu H. Udin yang berlokasi di Dusun Margamulya Desa Cimalaka Kecamatan Cimalaka Kabupaten Sumedang Jawa Barat Jum’at (3/5/2019) dini hari kepada Balipuspanews.com mengatakan. Apabila jalan tol Cisundawu dioprasikan para penjual tahu di wilayah Sumedang kota akan bertambah semakin sepi.

Dengan dioprasikannya jalan tol Cikampak – Palimanan ( Cipali ) omset penjualan turun drastis. Ditambah dengan dioprasikan jalan tol Cisundawu tidak menutup kungkinan banyak yang akan gulung tikar “sudah pasti lah pak, kami cemas sekali, kalau dagangan kita tida laku berarti pertumbuhan ekonomi turun” Ibu Een cemas.

Sedangakan menurut M. Raup (65) pedagang tahu di Jln. Raya Paseh Sumedang. Mengaku setelah jalan tol Cipali omset penjualan menurun, sebelum dioprasikan jalan tol Cipali per hari mempu menggiling sampai 5 atau 6 gilingan. Artinya bisa memproduksi tahu dari Congeang yang cukup lumayan. Akan tetapi setalah dioprasikan jalan tol Cipali hanya mampu memproduksi 3 kali gilingan setiap harinya.

“jika saja jalan tol Cisundawu di oprasikan, tak tau lagi mau bilang apa. Saya sudah lansia, harus banting setir usaha, kemudian mau usaha apa. Tahu merupakan jalan usaha untuk memenuhi kebutuhan sehari – hari” ujar Raup memelas.

Raup menambahkan, dengan kondisi baik sekarang maupun yang akan datang. Sangat diperlukan upaya pemerintah Kabupaten Sumedang agar kondisi ini dapat diselamatkan. “ini akan terjadi keterpurukan, selama puluhan tahun para pedagang tahun bisa bertahan. Namun sa’at ini menghadapi ancaman bagi perekonomian masyarakat terutama para pedagang tahu dan pengusaha tahu” katanya. (Muh. Yadi/bpn/tim)