Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) perwakilan Buleleng.
Advertisement
download aplikasi Balipuspanews di google Playstore

Singaraja, balipuspanews.com — Sebanyak 10 agen gas elpiji tergabung Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) perwakilan Buleleng, sepakat untuk mengadakan piket keliling guna mendukung jalannya penyelenggaraan annual meeting Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia (WB) yang akan berlangsung di Bali pada 8 hingga 14 Oktober Oktober 2018.

Kesepakatan piket keliling disampaikan I Made Kariasa selaku koordinator agen gas elpiji 3 kilogram Kabupaten Buleleng, bersama 10 agen gas melon bersubsidi, pada Selasa (2/10) sore.

“Mengantisipasi sesuatu yang tidak diinginkan, kita sepakati membuat jadwal piket keliling dalam mendukung serta mensukseskan penyelenggaraan IMF-WB. Ya, itu sesuai arahan Pertamina untuk pemenuhan pasokan gas elpiji 3 kilogram di Buleleng,” kata Kariasa.

Menurutnya, pelaksanaan piket keliling di setiap agen sudah diberlakukan per tanggal 3 hingga 20 Oktober mendatang. Piket keliling dilakukan sebagai langkah antisipasi atas kemungkinan kelangkaan gas elpiji 3 kilogran bersubsidi.

Teknisnya, masing-masing agen akan berkeliling membawa gas elpiji 3 kilogram menyasar outlet-outlet yang ada.

“Dimana kiranya yang kosong, langsung diisi. Jangan sampai ada kosong. Disesuaikan dengan kondisi di lapangan,” imbuhnya.

Sementara, berdasarkan pengamatan, Kariasa menjamin kecukupan elpiji di seluruh wilayah Buleleng. Dengan demikian, masyarakat tidak perlu khawatir akan terjadi kelangkaan selama penyelenggaraan IMF-WB di Bali.

Nah, bilamana terjadi peningkatan konsumsi gas elpiji, pihaknya pun sudah mempersiapkan antisipasi dengan cara menambah extradropping pasokan elpiji 3 kilogram dari Pertamina.

“Mengantisipasi kemungkinan terjadinya lonjakan konsumsi elpiji, Pertamina sudah siap melakukan penambahan stok. Nanti, tanggal 5, 6, dan 7 Oktober, ada tambahan stok dari Pertamina. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir, pasokannya akan cukup,” terangnya.

Kariasa pun mengimbau masyarakat agar membeli elpiji di Agen dan Pangkalan resmi.

“Harga gas elpiji 3 kilogram di pangkalan dijual dengan harga HET (Harga Eceran Tertinggi), yakni sebesar Rp 14.500, sesuai dengan SK Gubernur Bali. Sementara jumlah pemakaian normal gas elpiji 3 kilogram bersubsidi di Buleleng, bisa mencapai sekitar 56 ton sampai 76 ton,” tutupnya.

Advertisement

Tinggalkan Komentar...