Jelang KTT G20 di Bali, BNPT Deklarasi Kesiapsiagaan Nasional

KUTA, balipuspanews.com – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) siap mengawal pertemuan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 yang akan berlangsung di Nusa Dua, Bali, Oktober 2022 mendatang.

Sebagai langkah pencegahan antisipasi masuknya ancaman kelompok radikalisme, BNPT menggandeng tokoh agama dan tokoh masyarakat di Bali.

Indonesia resmi ditetapkan sebagai tuan rumah penyelenggaraan sejumlah pertemuan G20. Diantaranya, pertemuan Working Groups atau Kelompok Kerja, pertemuan Tingkat Menteri dan Deputi hingga ditutup dengan KTT yang melibatkan pimpinan negara perwakilan G20.

Mengingat pentingnya Presidensi G20 bagi Indonesia dan dunia, BNPT menyelenggarakan dialog kebangsaan bertajuk “Peran Masyarakat dalam Pencegahan Terorisme Menjelang Pelaksanaan KTT G20”.

Disusul deklarasi kesiapsiagaan nasional untuk mendorong peran aktif masyarakat dalam mencegah aksi terorisme menjelang KTT G20.

Kegiatan ini berlangsung di Discovery Kartika Plaza Hotel, Kuta, pada Rabu 29 Juni 2022. BNPT menggandeng 200 komponen masyarakat dari mulai tokoh agama, tokoh adat, mahasiswa hingga pecalang.

Selain itu, BNPT juga melaksanakan pelatihan mitigasi aksi terorisme integrative yang melibatkan aparatur negara di wilayah Bali. Diharapkan, segenap kekuatan dikewilayahan selalu siap dan dapat mengurangi resiko saat terjadi aksi teror.

“Ini sangat penting (pencegahan aksi terorisme) setidak-tidaknya narasi-narasi yang terbangun hari ini mengingatkan kembali kepada kita semuanya, bahwa betapa pentingnya ditengah keberagaman bangsa kita. Kita terus untuk membangun api toleransi yang tidak boleh padam,” tegas Kepala BNPT Komjen Pol Boy Rafli.

Jenderal bintang 3 dipundak itu menegaskan, pertemuan ini untuk merefresh seluruh masyakarat Indonesia bersama-sama menjaga, memelihara kebhinekaan bangsa dengan mengedepankan semangat bertoleransi.

Ia menyampaikan kolaborasi antara unsur masyarakat, pemerintah, dan juga para tokoh perlu dibangun. Sehingga Indonesia akan terus menjadi negeri yang damai, negeri yang harmoni, negeri yang sejahtera adalah harapan dan dambaan masyarakat Indonesia.

“Kepada tokoh-tokoh yang ada di Bali khususnya, saya mengingatkan kembali bahwa kita perlu membangun kewaspadaan bersama. Kewaspadaan itu tidak jadi milik dari aparatur negara dan pemerintah saja, tapi kewaspadaan juga menjadi milik masyarakat,” pintanya.

Dijelaskannya, masyarakat Bali sangat permissive dengan para pendatang karena pulau dewata ini adalah tujuan wisata favorit masyarakat dunia.

Namun keramahtamahan itu harus bersinergi dengan cara bergandeng tangan. Untuk memelihara serta menjaga, jangan sampai pihak-pihak tertentu yang ingin menimbulkan sesuatu tidak diinginkan khususnya aksi terorisme.

“Kita perlu terus bergandeng tangan antara tokoh-tokoh agama, tokoh pemerintahan, tokoh wanita, tokoh pemuda, tokoh-tokoh adat yang ada di Pulau Bali,” beber Komjen Boy Rafli.

Ia meminta agar masyarakat tidak boleh under estimate dengan ancaman terorisme. Meski begitu, BNPT pada tugas pokok dan fungsinya terus melakukan monitoring, mapping pergerakan kelompok jaringan terorisme yang ada. Agar kejadian serupa tidak terjadi lagi yang bisa menyakitkan semua pihak.

“Dalam tugas-tugas kita pasti melakukan mapping itu dan kita bekerjasama dengan unsur aparat pemerintahan yang ada. Terlebih lagi hari kita fokus bagaimana membangkitkan peran civil society untuk bangkit menjadi kekuatan utama, menjadi non state actors yang memberikan kontribusi besar terhadap kemajuan bangsa kita,” paparnya.

Sementara, dalam dialog kebangsaan itu menghadirkan empat orang panelis diantaranya Wakil Gubernur Bali, Dr. Ir. Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati, M.Si; Tokoh Nasional, Yenny Wahid; Direktur Analisis dan Penyelarasan BPIP, Prof. Dr. Agus Moh. Najib, S.Ag., M.Ag; dan Ketua FKUB Indonesia, Ida Pangelingsir Agung Putra Sukahet.

Deklarasi ditandai dengan pengucapan ulang naskah oleh seluruh peserta yang hadir dan dilanjutkan dengan penandatangan naskah deklarasi oleh Ketua BNPT hingga perwakilan tokoh agama, tokoh desa adat, tokoh masyarakat, mahasiswa dan pecalang.

Penulis : Kontributor Denpasar 

Editor : Oka Suryawan

Redaksi | Pasang Iklan | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik | Privacy Policy | Copyright | About Us
Member of
Exit mobile version