Jumat, Oktober 30, 2020
Beranda Bali Denpasar Jelang Pemilihan Serentak 2020, KPU Kota Denpasar Gelar Rakor Sosdiklih

Jelang Pemilihan Serentak 2020, KPU Kota Denpasar Gelar Rakor Sosdiklih

DENPASAR, balipuspanews.com – Pada Jumat (14/8/2020) kemarin, KPU RI menggelar Rapat Koordinasi Sosialisasi Pendidikan Pemilih (Sosdiklih) dalam rangka Pemilihan Serentak Tahun 2020 di Ruang Rapat KPU Kota Denpasar.

Sebagai pimpinan sekaligus narasumber pada rapat tersebut yakni Divisi Sosdiklih dan Parmas KPU RI, Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi, ST, SH, M.Si dan Karo Teknis KPU RI, Nur Syarifah.

Rapat yang diikuti oleh 34 KPU Provinsi Se-Indonesia dan 261 KPU Kabupaten Kota Se-Indonesia ini bertujuan untuk menyampaikan laporan dan evaluasi kegiatan sosialisasi dari KPU Provinsi dan KPU Kabupaten Kota Peserta Pemilihan Serentak Tahun 2020.

Selain itu, rapat secara daring ini juga dilakukan untuk memantau dan evaluasi kegiatan Sosialisasi, Pendidikan Pemilih dan Pertisipasi Masyarakat pada Pemilihan Serentak 2020.

“Berbagai pola sosialisasi dilaporkan secara bergiliran dari masing-masing daerah, dan secara umum terbagi menjadi dua bagian, yaitu melalui komunikasi tatap muka secara terbatas (dengan tetap menerapkan protokol pencegahan covid 19) dan komunikasi melalui web/daring,” ujar Ketua KPU Kota Denpasar, I Wayan Arsa Jaya.

Secara teknis, pihaknya menjelaskan, strategi sosialisasi dimulai dengan memanfaatkan media sosial secara massif sebagai penyambung informasi kepemiluan.

Menurutnya, dengan maraknya penggunaan sarana digital dengan beragam platform dan konten yang edukatif dan informatif, maka diharapkan penggunaan informasi dan media sosial tersebut dapat mewujudkan pemilih yang cerdas, kritis dan bertanggung jawab.

Mengingat, pengguna media sosial sebagaian besar didominasi oleh kaum milenial, maka sasaran utamanya adalah kelompok milenial, dengan tetap mempertimbangkan kelompok masyarakat lainnya yang juga aktif menggunakan media sosial.

“Maka dari itu, hampir seluruh daerah melibatkan segmen milenial ini dalam kreativitas sosialisasi. Penyelenggara sampai ke tingkat KPPS pun bisa dimanfaatkan sebagai buzzer kepemiluan. Di samping itu, keterbukaan informasi publik lewat media cetak, media elektronik dan media online, dan dengan mencetak bahan-bahan sosialisasi juga masih relevan dilakukan,” jelasnya.

Sementara itu, terkait relawan demokrasi, Nur Syarifah menyampaikan bahwa pembentukan relawan demokrasi di tiap-tiap daerah tidak selalu sama.

“Ini disesuaikan dengan ketersediaan anggaran dari masing-masing daerah,” jelasnya.

Di sisi lain, Raka Sandi mengatakan, ada baiknya sambil jalan tetap mengerjakan apa yang dituliskan dan menulis apa yang dikerjakan, sehingga semua pekerjaan terukur, termasuk kegiatan sosialisasi dan pendidikan pemilih ini.

“Maknanya adalah dokumentasi dan administrasi kegiatan agar dikelola dengan baik karena pada akhirnya publik akan bertanya bagaimana tingkat partisipasi masyarakat yang berhubungan dengan kegiatan Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih ini,” terangnya.

Menurutnya, data tersebut sangat penting dan dibutuhkan di masa yang akan datang, sebagai jawaban terhadap amanah pelaksanaan perundang-undangan.

Lebih jauh disampaikan, materi yang disampaikan dalam rakor ini akan ditindak lanjuti dan dibuatkan klasifikasi untuk menentukan pola sosialisasi dan pendidikan pemilih di masa pandemik agar target parmas dapat tercapai.

Penulis: Ni Kadek Rika Riyanti

- Advertisement -

Bayi Yang Dibuang, Lahir Di Kamar Mandi

NEGARA,balipuspanews.com- Kedua orang tua bayi perempun yang dibuang di bale bengong panti asuhan Giri Asih, Melaya, sudah diamankan polisi. Dari keterangan sementara, bayi hasil hubungan...

Kasus Pencabulan Anak Dibawah Umur Di Buleleng, Polisi Tetapkan 10 Orang Tersangka

BULELENG, balipuspanews.com - Proses pengungkapan kasus persetubuhan terhadap anak dibawah umur yang terjadi pada Minggu (11/10/2020) dan Senin (12/10/2020) di lima tempat berbeda akhirnya...
Member of