Jelang Pertemuan G20, Distan Kembali Tertibkan Anjing Liar di GWK

Petugas Dinas Pertanian dan Pangan melakukan vaksinasi dan relokasi terhadap anjing liar di kawasan GWK Desa Ungasan
Petugas Dinas Pertanian dan Pangan melakukan vaksinasi dan relokasi terhadap anjing liar di kawasan GWK Desa Ungasan

BADUNG, balipuspanews.com – Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung kembali melakukan upaya penertiban dan pengendalian terhadap anjing liar yang biasa berkeliaran di kawasan ini dengan melakukan relokasi bekerjasama dengan LSM penyayang binatang. Hal ini guna memberikan rasa aman dan nyaman kepada wisatawan yang berkunjung di kawasan GWK.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung Badung I Wayan Wijana mengungkapkan hal itu saat dikonfirmasi usai melakukan penertiban di sekitar kawasan GWK, Kamis (16/6/2022).

Menurut Wijana dengan semakin meningkatnya wisatawan ke Bali, pihaknya terus melakukan upaya pengendalian terhadap penyebaran rabies dengan gencar melakukan vaksinasi rabies secara massal, pengendalian populasi dengan kastrasi dan melakukan relokasi bekerjasama dengan LSM yang peduli terhadap binatang.

Baca Juga :  Dewan Badung Terima RAPBD Perubahan 2022 

“Upaya eliminasi hanya terpaksa dilakukan jika ada anjing yang sudah menunjukan gejala klinis rabies,” katanya.

Khusus untuk pengendalian anjing liar di kawasan GWK, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan aparat desa setempat serta melakukan Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) kepada masyarakat sekitar agar merawat dan memelihara anjingnya dengan baik serta tidak dilepasliarkan.

Berdasarkan catatan tim pengendalian, sampai saat ini sudah ada sekitar 15 ekor anjing liar yang berhasil dievakuasi dan dititip di shelter Tyo Russ.

Kendala yang dihadapi oleh tim adalah anjing yang berkeliaran di tempat ini, banyak milik warga sekitar dan lahan GWK merupakan kawasan yang terbuka sehingga usai evakuasi seringkali masuk anjing liar baru.

Baca Juga :  Melawan Saat Ditangkap, Residivis Spesialis Maling di Kamar Kos Ditembak Kakinya

Untuk itu pihaknya menghimbau agar warga mengikat anjingnya agar tidak berkeliaran mengganggu wisatawan.

Penulis : Ayu Diah 

Editor  Oka Suryawan