Jelang Pujawali di Pura Sakenan, Begini Tatalaksana Upacara dan Penerapan Prokes

Walikota Rai Mantra saat melaksanakan pembahasan bersama terkait pelaksanaan menjelang pujawali Pura Sakenan di kantor setempat, Kamis (3/8/2020).
Walikota Rai Mantra saat melaksanakan pembahasan bersama terkait pelaksanaan menjelang pujawali Pura Sakenan di kantor setempat, Kamis (3/8/2020).

DENPASAR, balipuspanews.com – Pujawali di Pura Sakenan, Serangan Kecamatan Denpasar Selatan berlangsung setiap enam bulan sekali yakni Saniscara Kliwon Wuku Kuningan yang jatuh pada Sabtu 26 September 2020.

Sehubungan dengan hal tersebut Walikota Denpasar, I.B Rai Dharmawijaya Mantra melakukan pembahasan bersama panitia pujawali Pura Sakenan, Bendesa Adat, dan OPD terkait Pemkot Denpasar, Kamis (3/9/2020) di kantor Walikota Denpasar.

Pada kesempatan tersebut, Walikota Rai Mantra mengingatkan kepada panitia pujawali, Bendesa Adat Serangan, OPD dan Ketua Gugus Tugas Percepatan Penangan (GTPP) Covid-19 Denpasar, Made Toya dalam pelaksanaan pujawali agar menerapkan  protokol kesehatan (prokes).

“Tatanan upacara dan nilai dalam pelaksanaan pujawali agar tidak dihilangkan, namun dalam tatalaksana upacara agar dapat disesuaikan dengan protokol kesehatan pencegahan Covid-19,” ujar Rai Mantra.

Dirinya menambahkan, dalam masa pandemi Covid-19 saat ini kewaspadaan harus ditingkatkan, apalagi belakangan ini kasus Covid-19 semakin meningkat.

Pada kesempatan itu juga pihaknya mengajak seluruh panitia pujawali, OPD terkait dan GTPP Covid-19 Denpasar melakukan antisipasi dan kewaspadaan sehingga memberikan kenyamanan dan keselamatan bersama dalam masa pandemi saat ini.

“Agar kita tetap selalu waspada, mari bersama melindungi diri, menyelamatakan keluarga dan sesama, namun dalam pujawali ini kembali kami tekankan tatanan dan nilai agar tidak dihilangkan, namun tatalaksana dalam persembahyangan dapat dilakukan penyesuaian,” jelasnya.

Sementara manggala Yadnya Pujawali di Pura Sakenan, Ida Bagus Gede Pidada mewakili Panglingsir Pangempon Pura, AA Ngurah Gede Kusuma Wardana mengatakan pihaknya telah melaksanakan pembahasan bersama terkait pelaksanaan pujawali pada tahun ini.

Memasuki pujawali pada masa pandemi saat ini dengan telah melakukan penataan runtutan pujawali yang berbeda dalam pujawali sebelum masa pandemi.

Nganyarin dilaksanakan satu hari saja yakni pada tanggal 27 September dari pukul 10.00 Wita dan dilanjutkan penyineban pujawali pada pukul 22.00 Wita, hal ini untuk meningkatkan kewaspadaan bersama dalam penyebaran virus corona.

Namun, katanya, dalam pelaksaan tatanan upakara tetap dilaksanakan sesuai dengan pujawali sebelumnya.

Seperti pelaksanaan pakelem, hingga pelaksanaan pujawali pada Hari Suci Kuningan nanti, namun tatalaksana dengan waktu yang dipersingkat.

“Pujawali pada hari Suci Kuningan dilaksnakan pada pukul 10.00 Wita hingga pukul 22.00 Wita, dari pelaksanaan pakelem pada pagi harinya hingga sore harinya pelaksanaan upacara Pedatengan,” katanya.

Disamping itu iring-iringan Ida Bethara yang lunga ke Pura Sakenan juga dihimbau agar dibatasi dalam jumlah pemedeknya.

“Pada saat Ida Bathara lunga kami mengimbau kepada pemedek untuk dapat membatasi jumlah peserta sehingga secara bersama-sama dapat terus meningkatkan kewaspadaan,” ungkapnya.

Lebih lanjut disampaikan sebelum pada tahap puncak pujawali pihaknya juga akan melaksanakan upacara pemelaspasan terkait dengan telah usainya penataan kawasan Pura Sakenan yakni tembok penyengker dan penataan halaman pura setempat.

“Kesepakatan kita bersama serta arahan dari penglingsir Puri Kesiman bahwa pujawali pada masa pandemi saat ini dengan melakukan pembatasan keterlibatan masyarakat di areal pura, serta tetap meningkatkan kedisiplinan prokes,” imbuhnya.

Penulis: Ni Kadek Rika Riyanti