Jembrana Catatkan Kasus ke-200 Positif Covid-19

    Jubir gugus tugas percepatan penanganan covid-19 Jembrana, dr I Gusti Agung Putu Arisantha
    Jubir gugus tugas percepatan penanganan covid-19 Jembrana, dr I Gusti Agung Putu Arisantha

    NEGARA, balipuspanees.com – Jumlah warga Jembrana yang terjangkit virus covid-19 sudah sebanyak 200 orang. Minggu (13/9/2020), Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jembrana mengumumkan penambahan kasus 1 orang positif covid-19 yang merupakan pasien ke-200.

    Menurut jubir gugus tugas percepatan penanganan covid-19 Jembrana, dr I Gusti Agung Putu Arisantha kasus ke-200 itu berasal dari kelurahan Pendem Kecamatan Jembrana.

    “Seorang perempuan usia pasien 53 tahun. Pasien ini mengalami demam, memiliki gejala anosmia (hilang pembau) serta memiliki penyakit penyerta kencing manis (diabetes mellitus),” kata Arisantha.

    Pasien itu kini sudah mendapatkan penanganan di RSU Negara.

    Sedangkan jumlah kesembuhan di Jembrana tercatat secara kumulatif sebanyak 154 orang. Kasus meninggal dunia 5 orang.

    Terakhir RSU Negara memulangkan 2 lagi pasien covid -19 usai dirawat dan dinyatakan sembuh. Kedua pasien sembuh itu, pria 61 tahun asal Desa Baluk. Serta 1 lagi pria 62 tahun yang bertugas sebagai aparat desa beralamat di Desa Yehembang, Kecamatan Mendoyo.

    Dengan adanya trend peningkatan kasus covid-19 di Jembrana, pejabat asal Ketugtug. Loloan Timur tetap mengimbau masyarakat Jembrana untuk meningkatkan Disiplin protokol kesehatan.

    Mulai dari memakai masker dengan baik dan benar, Menjaga Jarak, Mencuci tangan pakai sabun, serta Menjauhi Kerumunan orang.

    Terlebih lagi sebentar umat Hindu di Bali akan menyambut Hari Raya Galungan. Sehingga hal itu perlu diwaspadai agar tidak timbul klaster penyebaran baru.

    “Disiplin penerapan protokol adalah kuncinya. Saat persembahyangan di atur jumlah dan jaraknya, pakai masker dengan baik dan benar, cuci tangan pakai sabun sebelum masuk areal bagian dalam merajan/pura, serta hindari makan berkerumun. Jika ada yang merasa demam tidak disarankan ikut persembahyangan,” tandasnya.

    Penulis/Editor : Anom/Oka Suryawan