Pelepasan oleh Dirjen Perkebunan Kementrian Pertanian, Bambang disaksikan oleh Bupati Jembrana I Putu Artha dan Wakil Bupati Kembang Hartawan.
Advertisement
download aplikasi Balipuspanews di google Playstore

Negara, Balipuspanews.com- Kualitas Kakao Fermentasi Jembrana yang sudah diakui berbagai negara kembali menarik minat sejumlah buyer (pembeli) dari dalam dan luar negeri.

Kamis (6/9) kemarin Jembrana di Gedung Kesenian Dr Ir Soekarno, kembali mengirim 1 kontainer kakao fermentasi ke pabrik coklat Valrhona yang ada di Perancis. Pengiriman 1 kontainer kakao fermentasi ke Perancis dan juga 2 truk dan 2 pick up (total 11 ton), ke pasar nasional dan lokal dilakukan dengan pelepasan oleh Dirjen Perkebunan Kementrian Pertanian, Bambang disaksikan oleh Bupati Jembrana I Putu Artha dan Wakil Bupati Kembang Hartawan.

Agung Widi dari Yayasan Kalimajari mengatakan dalam pertemuan ini sudah memasuki fase dimana kakao fermentasi sudah mulai dihargai.

“Kontainer, truk yang mengantar kakao ini adalah hasil karya 38 subak abian yang ada di Jembrana di bawah naungan Koperasi Kerta Samaya Samania yang juga dibina Pemkab Jembrana. “Biji kakao kali ini dikirim ke Valrhona Perancis, CAU, AKP Organik, POD Bali, Masson Gourmet. ini mebuktikan bahwa biji kakao fermentasi juga ada pasarnya,” katanya.

Julien Desmedt, perwakilan buyer Valrhona menceritakan diawal 2014 dirinya menemukan kakao Jembrana setelah berkeliling Indonesia selama setahun (sejak 2013) mencari varian kakao yang memiliki rasa yang unik.

Menurutnya kakao Jembrana memiliki aroma dan rasa yang khas dibandingkan kakao yang lain, namun yang terpenting menurut Julien adalah dirinya menemukan energy dan semangat yang dimiliki oleh petani di Jembrana.

“Potensi kakao fermentasi di Jembrana sangat besar, dan saya berharap akan ada peremajaan. Sehingga produktivitasnya akan meningkat dan income petani akan meningkat,” ungkapnya.

Sementara itu Bupati Jembrana I Putu Artha dalam sambutannya mengatakan bahwa dirinya menyambut baik dicanangkannya program kakao lestari yang sudah berlangsung hampir 8 tahun.

“Saat ini telah dirasakan hasilnya dimana para petani kita mulai bangkit dan bergairah untuk mengelola usaha tani kakaonya yang endingnya dapat kita lihat pada hari ini bahwa kakao Jembrana dapat merambah dunia Internasional,” ucap Artha.

Artha menambahkan event pelepasan biji kakao fermentasi karya Jembrana kali ini, pada dasarnya merupakan pembuktian bahwa pasar kakao fermentasi premium itu ada dan nyata.

“Momen berkumpulnya berbagai kalangan mulai dari pemerintah, petani kakao, masyarakat umum mitra kerja dan buyer saya harapkan bukan menjadi wadah kompetisi tetapi sebagai spirit bagi para petani dan pihak terkait untuk bersinergi dan berkolaborasi guna membuktikan bahwa jerih payah mereka dihargai dengan adanya kepastian pembelian dari buyer,”ujarnya.

Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian, Bambang mengatakan sangat luar biasa bahwa Jembrana sudah menjadi contoh kakao fermentasi secara nasional.

“Sekiranya Jembrana bisa menjadi jendela masa depan kakao kita. Perjuangan perwujudan kakao fermentasi secara nasional bisa dimulai dari Jembrana. Kemudian teman-teman bergerak menstimulir tumbuh berkembangnya kualitas dan mutu biji kakao di setiap lokus sentra penghasil dan kita rangkai secara nasional. Kemudian Jembrana jadi jendelanya,” ungkap Bambang.

“Saya melihat ada potensi yang lebih besar di Jembrana, terlebih petani-petani di Jembrana sangat rajin. Bisa juga dikembangkan jenis kakao mulia yang harganya lebih tinggi. Tentunya akan memberikan kesejahteraan bagi petani di Jembrana. Bila perlu Jembrana bisa menjadi contoh pengembangan kakao mulia yang harganya 4 – 5 kali lipat. Peluang ini sangat bisa didorong,” ujar Bambang.

Selain dilakukan pelepasan kontainer kakao fermentasi juga dilakukan penandatanganan MOU dengan buyer Perancis, lokal dan nasional. Dilakukan juga acara minum coklat bersama – sama.

Turut hadir dalam acara tersebut, Ketua Dewan Kakao, Dirut Puslit Koka Indonesia, Perwakilan Kedutaan Belanda untuk Indonesia, mitra buyer Valrhona, CAU, AKP Organik, POD Bali, Masson Gourmet , Yayasan Kalimajari dan pengurus koperasi Kerta Samaya Samania. (rls/bpn/tim)

Tinggalkan Komentar...