KMHDI mendeklarasikan Pemilu 2019 yang aman, sejuk, damai, anti hoax, jujur dan adil.
Advertisement
download aplikasi Balipuspanews di google Playstore

Denpasar, balipuspanews. com – Pimpinan Daerah Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (PD KMHDI) Bali dengan beberapa organisasi kemahasiswaan mendukung dan ikut mendeklarasikan Pemilu 2019 yang aman, sejuk, damai, anti hoax, jujur dan adil.

Penyampaian aspirasi suara mahasiswa ini ditandai dengan kegiatan orasi bersama dan pembacaan puisi. Orasi dan pembacaan puisi ini melibatkan beberapa organisasi kemahasiswaan meliputi BPM FKIP Unmas, PMHD Warmadewa, KPRM Fakultas Peternakan Udayana, dan PD KMHDI Bali. Aksi yang berlangsung sejak pukul 07.00 – 09.00 Wita ini bertempat di Taman Kota Lumintang, Denpasar, Minggu (2/12).

Sejumlah 40 mahasiswa ini menyampaikan aspirasi tepat dimana aktivitas olahraga car free day sedang berlangsung di taman kota. Pada kesempatan itu pula Koordinator Lapangan I Gusti Putu Kirana Dana atau biasa disapa Togar dalam orasinya menyampaikan bahwa masyarakat harus mau terlibat berperan untuk mengawal demokrasi, menjadi mitra Bawaslu dan KPU untuk mensukseskan Pemilu 2019.
“Untuk mensukseskan Pemilu 2019, masyarakat harus terlibat banyak didalamnya, termasuk memberikan pelaporan kepada Bawaslu apabila ada pemasangan atribut yang tidak sesuai, seperti menempel pamflet di sembarang tempat dan memasang baliho di tempat yang tidak semestinya yang sifatnya menggangu harus segera dilaporkan, ” tegas Togar yang juga Ketua PD KMHDI Bali ini.
Turut Ketua Pasemetonan Mahasiswa Hindu Dharma (PMHD) Warmadewa I Wayan Sarstrawan menyampaikan dukungannya kepada Bawaslu dan KPU untuk menegakkan asas Luber dan Jurdil.
“Kami sebagai mahasiswa mendukung penuh Bawaslu dan KPU untuk mengawal dan mensukseskan Pemilu 2019, menegakkan asas Langsung, Umum, Bebas, Rahasia serta Jujur dan Adil,” ujar mahasiswa yang biasa disapa Ayin.
Selain itu, aktivis Universitas Udayana (UNUD) Gandi Jayantara juga menyampaikan bahwa mahasiswa di Bali harus selalu menjaga solidaritas, persatuan, dan kesatuan bangsa.
Selain itu, agar mendukung terciptanya situasi keamanan yang kondusif menjelang Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden 2019, sehingga menjadi pemilu yang aman, damai, dan sejuk.
“Mahasiswa harus bisa menjadi garda terdepan dalam dalam menciptakan pemily yang damai, aman dan memerangi hoax.” Ujarnya.
Ada tiga poin sikap aspirasi yang disampaikan saat aksi tersebut. Diantaranya:
Pertama, mendukung pelaksanaan Pemilu 2019 yang taat asal penyelenggaraan yakni langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil.
Kedua, mendukung KPU dalam pelaksanaan setiap tahapan pemilu agar sesuai dengan peraturan perundang – undangan.
Ketiga, mendukung transparansi pengawas pemilu dalam hal rekomendasi spanduk/baliho melanggar untuk ditertibkan.

Advertisement

Tinggalkan Komentar...