Ketua Umum KONI Buleleng, Nyoman Arta Widnyana
Ketua Umum KONI Buleleng, Nyoman Arta Widnyana
Advertisement
download aplikasi Balipuspanews di google Playstore

SINGARAJA, balipuspanews.com —  Ketua Umum KONI Buleleng, Nyoman Arta Widnyana menyampaikan pernyataan cukup mengejutkan saat Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Buleleng menggelar Workshop Penyusunan Program Latihan diselenggarakan di Hotel Banyualit, Kamis (4/4).

Ketua Arta mengaku siap mundur jika target Buleleng masuk peringkat tiga dalam Porprov Bali 2019 mendatang di KabupatenTabanan tidak tercapai.

“Kita tidak main-main untuk mencapai target peringkat tiga dalam Porprov Bali 2019 nanti. Ditambah, dukungan pemerintah dalam hal ini Bapak Bupati Buleleng juga luar biasa dalam hal anggaran pembinaan dan juga bonus untuk atlet. Saya siap mundur jika target itu tidak tercapai,” tegas Ketua Arta.

Memuluskan target, Ketua Arta berkomitmen dengan para ketua pengkab menyiapkan strategi dengan jumlah kontingen 670 (atlet dan oficial) dengan menggelar Workshop Penyusunan Program Latihan untuk mencapai target peringkat tiga dalam Porprov Bali 2019 mendatang di Tabanan.

Kegiatan itu melibatkan para pelatih pengkab olahraga se-Kabupaten Buleleng dan mahasiswa PS Pendidikan Kepelatihan Olahraga, Penjaskes, dan Ilmu Keolahragaan FOK Undiksha.

“Olahraga saat ini juga harus mengikuti perkembangan teknologi. Jadi bukan semata-mata pelatihan secara konvensional. Sudah saatnya memanfaatkan IT dalam menyusun program latihan,” jelasnya.

Tak sampai disitu, KONI Buleleng bahkan tak tanggung-tanggung dengan menghadirkan nara sumber Donny Ardy Kusuma, S.Pd, M.Kes dari Universitas Negeri Surabaya, untuk menambah wawasan para pelatih.

Sementara, Ketua Panitia, Dr. Made Agus Dharmadi, M.Pd dalam laporannya mengatakan workshop ini bertujuan untuk memantangkan pembinaan prestasi di pengkab kabupaten Buleleng berjalan dengan baik dan bermakna.

“Salah satunya yakni dengan penerapan program latihan yang tepat, sesuai dengan kebutuhan dan berkelanjutan,” ucapnya.

Imbuh Agus, pelatih harus terus mengupgrade pengetahuan dan keterampilannya ditengah-tengah perkembangan industri olahraga yang semakin cepat.

“Upaya melatih generasi milenial harus diupayakan sesuai dengan sifat dan budaya generasi milenial saat ini, jangan lagi melatih dengan konsep-konsep lama dan mungkin sudah usang. Jika ingin maju maka hal tersebut merupakan keniscayaan,” katanya.

KONI Buleleng sebut dia, memiliki bidang binpres dan litbang dalam upaya menjembatani pembinaan di pengkab-pengkab sehingga pembinaan berjalan sesuai dengan harapan dan tujuan akhir yakni prestasi olahraga.

“Peserta dalam workshop hari ini berjumlah 62 orang peserta terdiri dari para pelatih pengkab Kabupaten Buleleng dan sejumlah mahasiswa FOK Undiksha,” tutupnya. (nug/bpn/tim)

Advertisement
Loading...