JKN Berkali-kali Menjamin Biaya Rumah Sakit Pasutri Asal Bangli

Salah peserta JKN, I Nengah Suarjana,30, 
Salah peserta JKN, I Nengah Suarjana,30, 

BANGLI, balipuspanews.com – Banyak peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang rutin membayar iuran dan berharap untuk tidak pernah menggunakannya agar dapat membiayai peserta lain yang lebih membutuhkan. Seperti I Nengah Suarjana,30, adalah salah satu dari peserta JKN yang berprinsip seperti itu.

Meskipun pria asal Bangli ini terdaftar sebagai peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang didaftarkan oleh Pemerintah Kabupaten Bangli, tetapi ia berharap tidak pernah memanfaatkannya.

Ketika ditemui di rumahnya di Desa Sembung, Kabupaten Bangli, Suarjana baru saja datang dari kontrol pasca membuka jaritan bekas operasi matanya.

Rencananya ia akan menjalani kontrol ketiga kalinya untuk memastikan pengobatan kataraknya tuntas.

“Harapan memang tidak selalu akan sesuai dengan kenyataan, akhirnya saya juga harus memanfaatkan JKN ketika saya sakit demam berdarah dan menjalani rawat inap selama kurang lebih seminggu,” ungkap Suarjana, Kamis (22/9/2022).

Baca Juga :  Diduga Hina Presiden Jokowi di Medsos, Seorang Pria Gelandangan Dibekuk

Saat pertama kali merasakan manfaatnya, Suarjana mengaku sama sekali tidak mengalami kendala sama sekali. Bahkan, pengobatan yang ia terima dari fasilitas kesehatan sangatlah baik, baik dari puskesmas dan rumah sakit tempatnya dirawat memberikan penanganan yang sangat sigap.

Kemudian kedua kalinya ia kembali melihat manfaat JKN ketika istrinya menjalani persalinan anak pertamanya lewat operasi caesar. Terakhir, Suarjana pernah memanfaatkan JKN untuk menjamin biaya operasi katarak.

“Jadi udah tiga kali saya dibantu oleh JKN, semuanya berjalan sangat memuaskan dan tidak ada biaya tambahan sama sekali. Proses mengurus administrasinya tidaklah lama dan berbelit-belit, justru singkat dan tidak menggunakan banyak syarat.

Yang terpenting kita mengikuti prosedur yang berlaku, kemudian kartu JKN aktif, maka kita akan mendapatkan pelayanan yang sesuai, petugas kesehatan di puskesmas dan rumah sakit juga akan membantu menjelaskan dengan baik,” kata Suarjana. (adv)

Baca Juga :  Semarak HUT ke-529 Kota Tabanan, Bupati Sanjaya Buka Pagelaran Seni Budaya Nusantara

Penulis: Gde Candra
Editor: Oka Suryawan