JKN Tenangkan Hati Mudarata Jalani Pengobatan di Rumah Sakit

Salah peserta JKN, I Nyoman Mudarata,55,
Salah peserta JKN, I Nyoman Mudarata,55,

BANGLI, balipuspanews.com– Menunda-nunda pengobatan penyakit ternyata bisa berujung fatal. Itulah yang dialami I Nyoman Mudarata,55,. Akibatnya, penyakitnya pun makin parah sehingga ia harus dirawat secara intensif di ruang Intensive Coronary Care Unit (ICCU) karena jantung dan ginjalnya bermasalah. Bahkan, pria asal Bangli ini kini harus rutin menjalani cuci darah.

“Untunglah sebulan sebelumnya, tepatnya bulan September 2022, kakak saya sudah menjadi peserta JKN. Saya yang mendaftarkannya sendiri, karena saya kasihan melihat tanda-tanda kakak saya sakit sejak lama. Tapi ia selalu menyembunyikan penyakitnya karena takut membebani keluarga. Padahal kami sudah meyakinkannya bahwa ada JKN, jadi tidak perlu khawatir akan biaya berobat,” ujar I Ketut Sudi, adik Mudarata kepada Jamkesnews, Senin (7/11/2022).

Tepat sebulan setelah menjadi peserta JKN, pada bulan Oktober lalu tiba-tiba kakaknya jatuh lemas hingga tak sanggup bisa berdiri. Nyoman kemudian dilarikan ke rumah sakit terdekat. Di sanalah Sudi mengetahui kakaknya menderita gagal ginjal dan harus ditransfusi darah.

“Begitu kondisinya membaik, kakak langsung minta pulang. Alasannya selalu membahas biaya mahal. Akhirnya saya bersama pihak rumah sakit menjelaskan dengan sabar jika semua biaya pengobatannya dijamin JKN. Setelah kakak saya tahu tidak ada biaya tambahan sepeserpun, ia pun akhirnya bersedia untuk dirawat sampai sembuh,” lanjut Sudi.

Pengobatan yang cepat dan sigap dari rumah sakit mampu menyelamatkan Mudarata dari fase kritis. Ia pun dirawat di ruangan ICCU selama tiga hari dan pindah ke ruangan pemulihan selama dua hari. Hasil pemeriksaan menunjukkan jika kondisi Mudarata sudah membaik dan diizinkan untuk pulang, tetapi Mudarata harus tetap menjalani cuci darah rutin setiap dua kali seminggu.

“Sulit dibayangkan berapa biaya yang harus kami keluarkan untuk rawat inap kemarin. Belum lagi biaya cuci darah rutin yang harus dijalani kakak saya jika tidak ada JKN. Kakak saya sekarang harus banyak istirahat, selain itu juga harus disiplin cuci darah. Dokter juga melarang untuk beraktivitas berat. Kami tenang karena kakak sudah bersedia mengikuti kata dokter. Sekali lagi, terima kasih JKN sudah hadir menjamin biaya berobat kakak saya,” tutup Sudi. (adv)

Penulis: Gde Candra
Editor: Oka Suryawan