YOGYAKARTA, balipuspanews.com – Di era millenial saat ini, teknologi terus berkembang, bagi Dinas Komunikasi dan Informasi Daerah Istimewa Yogyakarta melakukan kreasi dengan meluncurkan aplikasi guna mempertahankan seni dan budaya yang dimiliki.

“Mengaktualiasikan budaya yang semakin hilang, kita telah bangun smart culture yang menjadi bagian dari Jogja Smart Province (JSP),” kata Dr.Jogja Smart Sayuri egaravanda, S.Kom, M. Eng, Kasie Aplikasi Layanan Publik Dinas Komunikasi dan Informasi Daerah Istimewa Yogyakarta saat menerima Pimpinan rombongan sekaligus Kepala Dinas Kominfo Gianyar, Cokorda Gde Rai Widiarsa Pemayun terkait studi komparatif Penerapan Sistem Pemerintahan  Berbasis Elektronik (SPBE), Implementasi Perpres No.95 Tahun 2018 di Kantor Diskominfo DIY, Rabu (27/2).

Ia mengatakan secara umum, untuk mengintegrasikan teknologi smart culture dengan  Pemerintahan Provinsi DIY, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) DIY mencoba menterjemahkan visi Jogja Smart Province (JSP) merupakan salah satu visi yang diutarakan oleh Sri Sultan Hamengku Buwono X dalam pidato pelantikan periode kedua  sebagai Gubernur DIY dengan melaksanakan Pergub No 2 tahun 2018 tentang tata kelola informasi dan teknologi.

“Semua monitoring aplikasi serta IT ada di Dinas Kominfo DIY, hal ini bisa terlaksana dengan Adanya Pergub, ” jelasnya.

Diakui kalau Yogyakarta merupakan salah satu kota yang memiliki potensi pariwisata yang beragam. Potensi wisata tersebut antara lain keindahan alam, peninggalan sejarah, kuliner, dan budaya, Jika potensi ini dapat dioptimalkan, maka akan dapat membantu meningkatkan kondisi perekonomian daerah di sekitar potensi wisata tersebut.

Promosi wisata budaya Yogyakarta belum banyak dilakukan. Kegiatan promosi wisata dapat dilakukan dengan memanfaatkan perkembangan teknologi, khususnya teknologi piranti mobile.

Aplikasi pengumpulan dan penyampaian informasi wisata budaya Yogyakarta yang akan dikembangkan merupakan aplikasi berbasis mobile web agar dapat diakses melalui berbagai piranti, khususnya piranti mobile, tanpa terikat platform dari piranti yang digunakan.

Pemuktahiran informasi mengenai wisata budaya ini dilakukan secara kolaboratif, agar informasi lebih cepat terkumpul.

Aplikasi ini juga menyediakan location-based service agar orang yang tertarik untuk mempelajari budaya Yogyakarta dapat dipandu mencapai lokasinya dengan mudah.

Dengan adanya sistem ini diharapkan semakin banyak orang yang terlibat untuk berbagi informasi serta semakin tertarik untuk lebih mengenal budaya Yogyakarta.

Kepala Dinas Komunikasi dan Infomatika (Diskominfo) Gianyar, Cokorda Gde Rai Widiarsa Pemayun,SH mengatakan pihaknya sudah membuat konsep soal keberadaan IT menuju kota Smart di Gianyar. (art/bpn/tim)