Minggu, Mei 19, 2024
BerandaNasionalJakartaJokowi-Erdogan Didorong Mediasi Konsolidasi Kekuatan Kelompok di Palestina

Jokowi-Erdogan Didorong Mediasi Konsolidasi Kekuatan Kelompok di Palestina

JAKARTA, balipuspanews.com – Kesepakatan gencatan senjata antara Hamas (Palestina) dengan Israel yang mulai berlaku sejak Jumat (21/5/21) pukul 02.00 waktu setempat disambut baik semua pihak.

Gencatan senjata ini mengakhiri 11 hari pertempuran dari kedua pihak yang dimulai sejak akhir bulan pauasa atau bulan Ramadhan lalu.

Untuk mempertahankan gencatan senjata tersebut, Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan pemerintah Indonesia diminta segera memainkan perannya sebagai negara muslim terbesar di dunia dengan mengajak Turki yang saat ini menjadi simbol kekuataan di negara-negara Timur Tengah untuk membangun konsolidasi menyatukan kelompok-kelompok kekuatan perlawanan di Palestina.

“Kami dari Partai Gelora mendorong kepada pemerintah Indonesia untuk memainkan peran Indonesia sebagai penduduk muslim terbesar di dunia. Bersama Turki bisa memediasi kelompok yang melakukan perlawanan,” ucap Ketua Umum Partai Gelora Indonesia Anis Matta di Jakarta, Jumat (21/5/2021).

Penegasan disampaikan Anis Matta dalam acara Halal Bihalal dengan wartawan di Media Center Gelora Jakarta, dihadiri Sekjen Partai Gelora Mahfudz Siddik dan jajaran pengurus Partai Gelora lainnya.

BACA :  PJ Bupati Lihadnyana Dorong Pembangunan Kesehatan Berorientasi Sehat

Anis meyakini dengan membangun kekuatan kelompok-kelompok di Palestina utamanya dua kelompok terkuat di Palestina yaitu Fatah dan Hamas, maka kemerdekaan Palestina seperti yang dicita-citakan bisa terwujud.

“Presiden Jokowi dan Presiden Erdogan kalau mampu melakukan ini maka akan membuat perubahan besar,” imbuh Anis.

Selain memainkan peran internasional di kawasan Timur Tengah, Indonesia juga diminta melakukan diplomasi luar negerinya untuk meyakinkan negara-negara Eropa dan Amerika tentang pentingnya perdamaian dengan mendorong Palestina sebagai negara merdeka.

“Indonesia perlu meyakinkan para pemimpin global khususnya Eropa dan Amerika, juga meyakinkan komunitas Kristiani secara internasional untuk sama-sama melakukan perlawanan terhadap dosa kemanusiaan Israel,” ujarnya.

Menurut Anis, upaya menciptakan perdamaian di kawasan Timur Tengah khususnya di Yerussalem dan Jalur Gaza yang menjadi kawasan suci tiga agama yaitu Islam, Kristen dan Yahudi merupakan tanggungjawab semua warga dunia termasuk bangsa Indonesia.

“Seperti saya bilang tadi bahwa Presiden Turki Erdogan juga telah berkomunikasi dengan Paus selaku pemimpin umat Kristiani di Vatikan yang sama-sama mengajak mengkonsolidasi umat Kristiani agar menindak kebiadaban tentara Israel,” sebutnya.

BACA :  Bupati Jembrana dan Bupati Badung Kompak Hadiri Halal Bihalal Desa Air Kuning

Oleh karena itu, langkah yang sudah dilakukan Presiden Turki Erdogan itu bisa ditindaklanjuti oleh Presiden Jokowi.

“Saya kira dalam langkah yang lebih advance Indonesia seharusnya juga bisa membuka pembahasan tentang wacana ini,” tegas Anis.

Penulis : Hardianto

Editor : Oka Suryawan

RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -
TS Poll - Loading poll ...

Most Popular