Jual Beli Ayam Di Arena Tajen Tertangkap Nyabu

Pelaku diamankan di BNNK Karangasem
Pelaku diamankan di BNNK Karangasem

KARANGASEM, Balipuspanews.com – Badan Narkotika Nasional Kabupaten Karangasem berhasil meringkus salah seorang pengguna narkotika jenis sabu – sabu berinisial IWNW, laki – laki 26 tahun asal Dusun Kalanganyar, Desa Sibetan, Bebandem, Karangasem pada hari Sabtu (18/05/2019) lalu.

Dalam press release yang dilaksanakan siang ini, Senin (27/05/2019) di Kantor BNNK Karangasem terungkap, pelaku yang berpenghasilan dari bisnis jual beli ayam di arena Tajen ini sempat kabur dari incaran petugas ketika hendak ditangkap petugas kepolisian diwilayah Sidemen Karangasem.

“Ya awalnya kita sudah lakukan penyelidikan dan di ketahui tersangka dalam perjalan dari arah Denpasar yang diduga setelah transaksi narkoba, kami berkordinasi dengan Polsek Sidemen untuk menghentikan pengendara dengan ciri – ciri seperti informasi dimaksud,” kata Ketua BNNK Karangasem, AKBP. Ketut Arta, SH dalam press release tersebut.

Anggota BNNK berkordinasi dengan Polsek Sidemen kemudian melakukan penjagaan dijalur Sidemen, Karangasem. Sekitar pukul 18.30 wita pengendara dengan ciri – ciri yang dimaksud melintas kemudian coba dihentikan oleh petugas, namun bukannya berhenti justru tersangka malah tancap gas.

Beberapa anggota kepolisian sempat melakukan pengejaran, hanya saja saat itu kehilangan jejak dan tersangkapun berhasil lolos.

Tetapi pihak BNNK dan kepolisian tidak kehabisan akal, setelah ditelusuri beberapa saat kemudian didapat informasi bahwa tersangka berasar dari Dusun Kalanganyar, Sibetan.

Sekitar pukul 20.00 wita, anggota kemudian bergegas kelokasi yang dimaksud dan masuk disebuah rumah. Ketika masuk kedalam rumah, anggota diterima oleh seorang perempuan, setelah ditanya ternyata perempuan ini adalah ibu dari tersangka yang diburu tersebut.

Tersngka pun keluar dari kamarnya sesuai dengan ciri ciri yang dimaksud, setelah diintrogasi anggota kemudian masuk kedalam kamarnya dan menemukan bong atau alat hisap narkoba yang ditaruhnya diatas kursi, disamping kursi anggota juga menemukan barang bukti berupa sisa sabu – sabu yang baru saja tersangka pakai.

“Dikamar tersangka kita temukan bong dan sabu sabu sisa pakai serta barang bukti berupa transaksi di handphone tersangka,” ungkap Arta.

Kepada anggota, tersangka tak mampu mengelak dan mengakui bahwa barang haram tersebut adalah miliknya yang baru saja selesai dipergunakan.

Sabu – sabu tersebut diperolehnya dari seseorang yang ada di dalam Lapas Kerobokan, untuk pengambilan barang pun menggunakan sistem tempel ditempat yang sudah ditentukan penjual.

“Saya mulai makai 1,5 tahun belakangan ini, satu paket saya beli seharga Rp.800 ribu, terakhir teransaksi ambil barang diwilayah Gantu Barat ditong sampah pinggir jalan,” kata tersangka IWNW.

Dari keterangan tersangka kepada anggota BNNK, asalah tersangka nekat nyabu setelah rumah tangganya dilanda prahara perceraian, tersangka kehilangan arah sementara dirumahnya ada dua orang anak yang harus ia nafkahi.

Sementara itu, dari hasil lab tersangka dinyatakan positif mengkonsumsi narkotika jenis sabu – sabu, untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, tersangka dijerat dengan pasal berlapis, Undang – Undang Narkotika Pasal 112 dengan ancaman hukuman minimal 4 tahun penjara dan maksimal 12 tahun penjara atau denda minimal Rp. 800 juta sampai Rp. 8 miliar, subsider pasal 127 menggunakan atau mengkonsumsi narkoba dengan ancaman 0 sampai 4 tahun penjara.

Selain itu, BNNK juga mengatakan akan terus melanjutkan pengembangan atas kasus ini untuk menjerat penjual mapuan rekan rekan tersangka yang mungkin juga ikut menggunakan narkoba. (suar/bpn/tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here