Jubir Presiden Jelaskan Bipang yang Dimaksud Jokowi

Tangkapan Layar video pernyataan Presiden Joko Widodo yang mengajak masyarakat belanja kuliner secara online bagi yang tidak bisa mudik karena pandemi virus corona. (Foto : YouTube Sekretariat Presiden)
Tangkapan Layar video pernyataan Presiden Joko Widodo yang mengajak masyarakat belanja kuliner secara online bagi yang tidak bisa mudik karena pandemi virus corona. (Foto : YouTube Sekretariat Presiden)

JAKARTA, balipuspanews.com – Juru Bicara Presiden Fadjroel Rachman menyampaikan penjelasan mengenai bipang yang disebut Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai salah satu kuliner khas daerah yang bisa dipesan secara daring saat Lebaran di masa pendemi Covid-19.

Penjelasan disampaikan Fadjroel Rachman melalui akun Twitter pribadi @fadjroeL, Minggu (9/5/2021). Dalam penjelasannya, Fadjroel juga mengunggah foto kuliner Bipang yang dijual secara daring.

“BIPANG adalah NAMA GENERIK makanan jaman dulu khas Kalimantan (Bepang), Sulawesi (Bepang) & Jawa (Jipang). Dikampungku Kalimantan Selatan, contohnya Bipang AA produksi Bahrul Ilmi (Desa Pingaran Ilir, Kec. Astambul, Kab. Banjar Martapura. WA: 082354436056) ~ #BungFADJROEL #Bipang,” unggah Fadjroel sambil menampilkan foto kuliner Jipang berbahan dasar dari beras itu.

Menurut Fadjroel, BIPANG atau JIPANG berbahan dasar dari beras.

“Makanan kesukaan saya sejak kecil hingga sekarang. BIPANG atau JIPANG dari beras ini memang makanan hit sampai sekarang ya. Nuhun,” tulis Fadjroel.

Anggota DPR RI Fadli Zon menanggapi ciutan Fadroel Rahman. Politisi Partai Gerindra ini mengatakan Fadjroel Rachman hanya berupaya ngeles dan mengaburkan pernyataan Presiden Jokowi antara kuliner Jipang dengan Bipang Ambawang yang disebut Kepala Negara.

Sementara itu, akun dengan nama @dedekmikradsale menjelaskan ada perbedaan sangat mendasar antara Jipang dengan Bipang yang disebut Presiden Jokowi.

“Bipang ambawang itu dikenal dengan BABI PANGGANG AMBAWANG. mana cocok buat oleh-oleh lebaran. BIPANG DAN JIPANG beda loh… Minal aidzin wal faizin. Semoga kita semua dimaafkan dan diberkahi ALLAH SWT. AMIN,” tulis @dedekmikradsale dalam cuitannya.

Sebelumnya, Presiden Jokowi mengajak masyarakat untuk belanja kuliner secara online bagi yang tidak bisa mudik karena pandemi virus corona. Kepala Negara lalu mencontohkan sejumlah kuliner khas daerah untuk dijadikan kuliner di masa pandemi Covid-19.

“Karena masih dalam suasana pandemi pemerintah melarang mudik dan untuk bapak ibu yang rindu masakan atau kuliner khas daerah atau yang biasanya mudik membawa oleh-oleh bisa memesannya secara online,” kata Jokowi dalam satu video yang dibagikan di media sosial.

“Yang rindu makan gudeg Jogja, bandeng Semarang, empek empek Palembang, bipang Ambawang Kalimantan dan lain-lain tinggal pesan dan makanan kesukaan kesukaan akan sampai di rumah,” ucap Jokowi menambahkan.

Bipang sendiri bisa merujuk pada istilah babi panggang yang merupakan kuliner khas Ambawang Pontianak, Kalimantan Barat. Hidangan ini diolah dengan memanggang daging babi muda hingga empuk beserta bumbu tradisional di dalamnya.

Pernyataan Jokowi mengenai bipang viral di media sosial dan mendapat respons beragam dari warganet. Beberapa dari mereka menyoroti babi sebagai salah satu makanan yang haram bagi umat Islam namun dicontohkan sebagai kuliner yang bisa dibeli saat lebaran.

Ucapan Jokowi bahkan masuk trending topic nasional pada Sabtu (8/5). Hingga pukul 12.50 WIB, sedikitnya ada 17.500 kicauan yang memuat kata ‘bipang’ yang disebut Presiden.

Penulis : Hardianto

Editor : Oka Suryawan