Jumlah Pasien Sembuh Bertambah 55 Orang

Perkembangan Kumulatif Covid-19 di Bali, Selasa (15/9)
Perkembangan Kumulatif Covid-19 di Bali, Selasa (15/9)

DENPASAR, balipuspanews.com – Ketua Harian GTPP Covid-19 Provinsi Bali, Dewa Made Indra kembali menyampaikan penambahan jumlah pasien sembuh dari Covid-19 di Bali sebanyak 55 orang, Selasa (15/9).

Berdasarkan data, jumlah pasien yang berhasil disembuhkan di pulau dewata Bali terus mengalami peningkatan sehingga tercatat secara kumulatif mencapai 5.837 orang. Sedangkan persentase mencapai 78,09 persen.

Dewa Indra yang juga sebagai Sekretaris Daerah Provinsi Bali juga mencatat penambahan kasus positif Covid-19 juga bertambah sebanyak 68 orang. Sehingga secara kumulatif yang positif terpapar Covid-19 mencapai 7.380 orang.

Sedangkan saat ini pasien positif yang masih dalam perawatan sebanyak 1.359 orang yang dirawat di 17 rumah sakit, dan dikarantina di Bapelkesmas, UPT Nyitdah, Wisma Bima, Hotel Ibis, Hotel Gran Mega, dan BPK Pering.

Pihaknya menyebut, untuk kasus meninggal di Bali akibat terpapar Corona Virus Disease (Covid-19) kembali bertambah 5 orang. Dengan demikian jumlah kumulatif berjumlah 184 orang, dengan persentase kematian sebesar 2,49 persen.

Hal ini berarti masih banyak masyarakat yang tidak mengindahkan atau melakukan upaya pencegahan Covid-19 seperti mencuci tangan pada air mengalir, menggunakan masker, menjaga jarak, dan mencegah kerumunan.

Kesadaran dan partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan untuk menerapkan Protokol Kesehatan sesuai Tatanan Kehidupan Era Baru menuju Masyarakat Bali yang Produktif dan Bebas Covid-19.

“Untuk itu, marilah kita laksanakan protokol kesehatan dengan disiplin untuk selalu memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak fisik, dan menghindari keramaian,” ajak Dewa Indra.

Melihat perkembangan pandemi ini, maka Gubernur Bali mengeluarkan Pergub No. 46 Tahun 2020, Tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 19, yang mengatur tentang Sanksi Administratif bagi pelanggar Protokol Kesehatan. Besaran denda yang diterapkan adalah Rp.100 ribu bagi perorangan, dan Rp. 1 juta bagi pelaku usaha dan tempat fasilitas umum lainnya.

“Mari kita dukung upaya Pemerintah, dengan Disiplin melaksanakan protokol kesehatan, dimana saja, kapan saja,” pungkas Dewa Indra.

Penulis/Editor : Budiarta/Oka Suryawan