Jumlah Pertandingan Liga Champions Meningkat, FIFPRO Dan Liga Eropa Ajukan Keberatan Ke FIFA 

Jumlah pertandingan dalam format baru Liga Champions UEFA akan meningkat dari 125 menjadi 189 mulai musim 2024-25 mendatang

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Bola, Eropa – FIFPRO Eropa dan Liga Eropa telah merilis pernyataan bersama yang menyatakan niat mereka untuk mengajukan keluhan ke Komisi Eropa terhadap FIFA atas kalender pertandingan.

“Kalender pertandingan internasional sekarang sudah tidak jenuh lagi dan menjadi tidak berkelanjutan bagi liga nasional dan menimbulkan risiko bagi kesehatan para pemain.

Keputusan FIFA selama beberapa tahun terakhir telah berulang kali menguntungkan kompetisi dan kepentingan komersialnya sendiri, mengabaikan tanggung jawabnya sebagai badan pengatur, dan merugikan kepentingan ekonomi liga nasional dan kesejahteraan pemain,” demikian bunyi pernyataan bersama yang diposting di X.

Karena dunia sepak bola yang dinamis dan terus berubah, format baru Liga Champions UEFA dan Piala Dunia Antarklub FIFA yang baru akan sangat memengaruhi semua pemain yang terlibat. Selain tugas domestik, jumlah pertandingan dalam format baru UCL akan bertambah dari 125 menjadi 189. Setiap tim akan memainkan minimal delapan pertandingan, bukan enam dan maksimal 17.

“Tindakan hukum kini menjadi satu-satunya langkah yang bertanggung jawab bagi liga-liga Eropa dan serikat pemain untuk melindungi sepak bola, ekosistemnya, dan tenaga kerjanya dari keputusan sepihak FIFA. Keluhan tersebut akan menjelaskan bahwa tindakan FIFA melanggar hukum persaingan Uni Eropa dan terutama merupakan penyalahgunaan dominasi,” tambah pernyataan itu.

BACA :  Mazda Hadir di BCA Expo Bali 2026, Tawarkan SUV hingga Mobil Listrik

Selain itu, daftar peserta Piala Dunia Antarklub FIFA juga bertambah, menambah daftar jadwal pertandingan tim yang sudah padat. Menambah tugas internasional ke kalender saat ini menempatkan para pemain pada risiko serius dengan jumlah cedera ACL yang mengalami peningkatan baik di pertandingan putra dan putri selama musim 2023-24.

“FIFA mempunyai peran ganda, baik sebagai regulator sepak bola global maupun sebagai penyelenggara kompetisi. Hal ini menciptakan konflik kepentingan, yang sesuai dengan kasus hukum Pengadilan Uni Eropa baru-baru ini, mengharuskan FIFA untuk menjalankan fungsi regulasinya dengan cara yang transparan, obyektif, tidak diskriminatif dan proporsional.

Tindakan FIFA sehubungan dengan kalender pertandingan internasional tidak memenuhi persyaratan ini,” tutup pernyataan itu.

Sumber: NDTV

Follow Balipuspanews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News
RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular