Advertisement
download aplikasi Balipuspanews di google Playstore

GIANYAR, balipuspanews.com- Jurusan Jasa Boga SMK Negeri 1 Tegallalang mengundang orang tua siswa sebagai guest dalam uji kompetensi keahlian ( UKK) yang berlangsung selama 12 hari. Para orang tua tersebut dijamu dengan makanan dan minuman yang dibuat oleh siswa kelas XII yang sedang mengikuti UKK sebagai salah satu syarat bisa tamat di sekolah kejuaran yang berlokasi di utara Pura Dalem Kauh Tegallalang itu.

” Ini kita lakukan setiap tahun. Bagaimanapun orang tua berharap anak- anaknya punya kompetensi setelah lulus dari SMK,” kata Kepala Program Jasa Boga SMK N 1 Tegallalang, Made Subrata, Jumat (5/4/2019).

Pria asal Ubud itu menyebutkan, UKK adalah ujian akhir bagi siswa kelas XII setelah sebelumnya mengikuti UNBK. Untuk itu, hasil UKK bisa dijadikan barometer selama tiga tahun siswa menuntut ilmu.

“ Sebagai guru, kami di tim boga sudah mengerahkan segala kemampuan agar anak didik kita bisa bersaing secara professional. Apakah nantinya mereka bekerja di Dunia Usaha dan Dunia Industri atau menggeluti kewirausahaan,” ujar Subrata.

Mantan guru SMK N 4 Denpasar itu menambahkan, disiplin adalah kunci utama dalam mendidik siswa. Tanpa semua itu, waktu tiga tahun akan mubazir.

” Syukur anak- anak bisa mengikuti proses dengan baik. Kita selalu melakukan praktek agar jangan hanya sebatas teori,” sebutnya.

Menurutnya, tamatan Jasa Boga sangat berpotensi menjadi pengusaha kuliner. Apalagi belakangan banyak usaha kuliner yang menjamur.

“ Bayangkan, seseorang yang tidak dilengkapi pengetahuan kuliner saja berani membuka usaha makanan. Ini bisa dijadikan motivasi,” ujar Subrata.

Sementara wakil kepala sekolah bidang Kesiswaan Made Merta Wiguna menyebutkan, total siswa SMK N 1 Tegallalang yang mengikuti UKK sebanyak 384 siswa yang terdiri dari empat jurusan masing- masing Perhotelan, Jasa Boga, Multimedia dan Teknik Kendaraan Ringan.

Menurutnya, UKK akan berlangsung sampai Jumat ( 12/4/2019) mendatang.

“ UKK melibatkan asesor luar sekolah untuk menjaga objektivitas ujian. Ini adalah penilaian akhir selama tiga tahun mereka mengikuti pembelajaran,” sebut Merta.

Merta Wiguna menegaskan, kompetensi keahlian bagi siswa SMK adalah nilai lebih yang dimiliki seorang siswa sebelum mereka terjun ke DU/DI.

“ Secara umum mereka dipersiapkan sebagai tenaga kerja siap pakai bagi dunia usaha dan dunia industry,” terangnya. ( bas)

Advertisement
Loading...