Tahanan Kejaksaan Negeri Jembrana
Advertisement
download aplikasi Balipuspanews di google Playstore

Negara – Dua orang tersangka dugaan korupsi terminal manuver Gilimanuk, akhirnya ditahan Kejaksaan Negeri (Kejari) Jembrana, Senin (5/2).

GPR, Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Pemkab Jembrana GPR dan ND, mantan Kepala Terminal Manuver Gilimanuk ditahan dalam kasus dugaan korupsi pengelolaan retribusi Terminal Manuver yang merugikan Negara Rp 429 juta

Keduanya datang ke Kejari Jembrana hampir bersamaan. GPR Kadis Kominfo datang didampingi kuasa hukumnya. Sementara, ND didampingi oleh pihak keluarga sekitar pukul 09.15 Wita. Mereka menuju lantai dua ke ruangan penyidik Seksi Pidana Khusus (Pidsus).

Setelah itu, mereka ke ruang Seksi Pidana Umum (Pidum) didampingi oleh seorang jaksa untuk menjalani tes kesehatan yang dilakukan oleh tim dokter dari RSUD Negara. Sekitar pukul sekitar pukul 12.30 Wita, Kadis Kominfo keluar dari ruangan Pidum dengan menggunakan rompi oranye tahanan Kejaksaan Negeri Jembrana dengan langsung menuju mobil tahanan dengan dikawal sejumlah jaksa. Berselang beberapa menit disusul oleh mantan Kepala Terminal Manuver Gilimanuk yang sama-sama menggunakan rompi tahanan.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Jembrana Anton Delianto mengatakan, dalam kasus ini pihaknya sudah melakukan pemanggilan serta melakukan pemeriksaan terhadap puluhan saksi. “Ini masih dalam tahap penyidikan dengan dua tersangka,” ujarnya.

Kasi Pidsus Kejari Jembrana I Made Pasek Budiawan menyampaikan, penahanan yang dilakukanya ini bertujuan untuk mempercepat proses. Setelah tahap penyidikan dengan penahanan selama 20 hari ke depan guna menunggu proses hukum selanjutnya.

Selain itu, pihaknya juga akan melakukan penyerahan ke pihak Pengadilan Tinggi Tipikor Denpasar. “Nanti kita tunggu saja hasilnya dipersidangan. Untuk kedua tersangka ini kita tahan dititipkan di Rutan Kelas II-B Negara,” jelasnya. (Noa)

Tinggalkan Komentar...