Minggu, Juli 21, 2024
BerandaDenpasarKadisdikpora Bali: Kegiatan PTM Selain di Zona Merah Akan Tetap Dilaksanakan

Kadisdikpora Bali: Kegiatan PTM Selain di Zona Merah Akan Tetap Dilaksanakan

DENPASAR, balipuspanews.com – Kepala Dinas Pendidikan dan Olahraga (Disdikpora) Bali, Dr. Drs. Ketut Ngurah Boy Jayawibawa, M.Si menegaskan bahwa Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dalam situasi pandemi Covid-19 menimbulkan pro kontra di tengah masyarakat.

Para orang tua berkeinginan agar anaknya segera bersekolah, namun di sisi lain tidak sedikit orang tua juga khawatir dilakukannya Pertemuan Tatap Muka (PTM) karena masih dalam situasi pandemi Covid-19.

Menyikapi hal tersebut, Dinas Pendidikan akan tetap melakukan PTM pada Bulan Juli 2021 sesuai dengan SKB 4 menteri dengan sistem on-off 50% dan pembatasan di masing-masing kelas untuk menghindari kerumunan. Dimana kebijakan tersebut tidak terlepas dari dinamika perkembangan kasus Covid-19.

Sehingga dalam hal ini pihaknya selalu berkoordinasi dengan masing-masing Kepala Sekolah di daerah dan satuan tugas penanggulangan Covid-19.

“Kami tidak menampik adanya penundaan rencana kegiatan PTM, karena hal itu tergantung dari dinamika perkembangan Covid-19 di tiap-tiap daerah. Selain zona merah akan tetap dilaksanakan PTM dan pihak sekolah memberikan opsi kepada para orang tua mau melaksanakan PTM atau PJJ,” terangnya, Jumat (25/6/2021).

BACA :  Pasca Helikopter Jatuh, Pemprov Ingatkan Perda Larangan Menaikkan Layangan di Sekitar Bandara

Terkait adanya lonjakan kasus Covid-19, Jayawibawa mengatakan pihaknya mengimbau kepada para orang tua agar mengikuti kebijakan pemerintah demi kesehatan dan keselamatan bersama.

“Kami imbau kepada para orang tua siswa siswa, agar tidak terprovokasi dan mengikuti kebijakan pemerintah demi kesehatan dan keselamatan anak-anak kita,” tegasnya.

Keterangan terpisah, Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bali, I Gede Agung Teja Bhusana Yadnya, SSTP, M.Si mengungkapkan bahwa lonjakan angka Covid-19 di Bali tidak terlepas dari seruan bekerja dari Bali atau WFB hingga kunjungan turis lokal/PPDN (Pelaku Perjalanan Dalam Negeri) yang berlibur ke Bali.

“Seruan bekerja dari Bali atau WFB hingga kunjungan turis lokal/PPDN yang berlibur ke Bali dinilai menjadi sebab kasus Covid-19 di Bali melonjak drastis. Untuk itu perlu memperketat pintu keluar masuk Bali, lebih mentaati protokol kesehatan dan mengoptimalkan vaksinasi serta tracing terhadap pelaku perjalanan dan kerumunan,” katanya.

Hal senada juga disampaikan Kadis Kesehatan Provinsi Bali, dr. Ketut Suarjaya, MPPM. Dengan adanya lonjakan tersebut Pemprov Bali telah melakukan langkah-langkah untuk menekan penyebaran Covid-19 di Bali dengan memperketat pintu-pintu masuk Bali.

BACA :  Diduga Terlilit Tali Layangan, Helikopter Jatuh di Desa Pecatu

“Pemerintah telah melakukan upaya penekanan penyebaran Covid-19 di Bali dengan memperketat pintu-pintu masuk  terutama yang datang dari Zona Merah,” pungkasnya.

Penulis : Kontributor Denpasar 

Editor : Oka Suryawan

RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -

Most Popular