Sabtu, Juli 20, 2024
BerandaDenpasarKakak Beradik Tewas Bunuh Diri, Terjun dari Atas Jembatan Tukad Bangkung Pelaga

Kakak Beradik Tewas Bunuh Diri, Terjun dari Atas Jembatan Tukad Bangkung Pelaga

MANGUPURA, balipuspanews.com – Depresi melihat hidupnya jatuh miskin semenjak kepergian ibu dan ayahnya, KS,23, nekad mengajak adiknya, IPY,5, untuk bunuh diri. Keduanya pun terjun bebas dari atas Jembatan Tukad Bangkung Pelaga, Petang, Badung, pada Minggu (26/5/2024) sore.

Kematian kakak beradik yatim piatu itu viral di media sosial. Beragam kesedihan terpancar dari komentar para warganet melihat insiden tersebut. Sejumlah warga yang berada di TKP jug mengaku menyaksikan aksi bunuh diri kakak beradik tersebut tanpa bisa mencegahnya.

“Kedua kakak beradik itu berinisial KS dan adiknya IPY, keduanya tinggal di Br. Dinas Rendetin, Kelurahan Bontihing, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng,” ungkap Kasi Humas Polres Badung Ipda Putu Sukarma, pada Senin (27/5/2024).

Terungkap, ada saksi pengunjung yang melihat kedua kakak beradik itu datang ke Jembatan Tukad Badung, sekitar pukul 16.45 WITA. Saksi yang kebetulan dekat di TKP, sebelum insiden bunuh diri tersebut adalah saksi IMW,29. Ia membenarkan melihat ada satu orang laki-laki bersama dengan anak kecil diam di sampingnya.

BACA :  Pemberitahuan Rencana Pengadaan Tanah Untuk GOR Dan Sarana Penunjang Di Desa Babakan Gianyar

Selang beberapa menit kemudian, saksi melihat kembali korban sudah tidak berada lagi di samping saksi. Ternyata kedua kakak beradik itu telah melakukan bunuh diri dengan cara melompat ke Sungai Ayung/Tukad Bangkung.

Pengunjung yang ada di jembatan heboh. Namun mereka tidak bisa berbuat banyak dan menyaksikan kedua tubuh kakak beradik itu terkapar bersimbah darah di bawah jembatan.

Polsek Petang yang menerima informasi tersebut segera ke TKP dan menemukan satu buah sepeda motor Supra tanpa pengendara. Motor milik kedua kakak beradik di cek dan ditemukan 1 buah KTP, 1 Hp, 1 buah SIM C, 1 buah STNK, dan sepasang sandal.

Polisi dan saksi selanjutnya menyusuri dengan berjalan kaki mengingat areal terjal yang tidak bisa di akses dengan menggunakan kendaraan. Sesampai di dasar sungai kurang lebih jarak 30 meter terdapat sebatang pohon yang patah.

“Merasa curiga kedua personel tersebut mengecek tempat tersebut dan di temukan satu orang dewasa dan satu orang masih anak-anak dalam keadaan meninggal dunia dengan posisi tengkurap di pinggir sungai,” beber Ipda Sukarma.

BACA :  Gara-gara Intip Tetangga Kos, Pria Ini Dipolisikan

Kedua korban lalu dievakuasi bersama kepolisian, tim dari BPBD, serta masyarakat untuk dibawa ke Puskesmas Petang II menggunakan ambulans milik Puskesmas

Pihak Puskesmas Petang II yakni dr. I Gede Upadana Putra Diatmika dan dr. Gayus Erlino serta menyatakan korban telah meninggal dunia. Hasil pemeriksaan awal bibir kedua korban mengeluarkan darah dan tulang tangan kanan dari korban dua patah.

“Dugaan sementara korban meninggal dunia karena benturan keras di Kepala. Selanjutnya guna dilakukan autopsi kedua korban di bawa ke Rumah Sakit Sanglah Denpasar,” imbuhnya.

Sementara itu, pihak keluarga korban yakni paman korban IMS,45, mendatangi Puskesmas Petang II. Pamannya kaget melihat kondisi keponakannya dan menerima kenyataan tersebut sebagai musibah.

“Pamannya menyatakan tidak ada permasalahan keluarga serta pihak keluarga membuat surat pernyataan. Paman korban juga menjelaskan bahwa korban tidak memiliki kedua orang tua karena meninggal dunia (Yatim Piatu) dan korban selalu merindukan kedua orang tuanya,” beber Ipda Sukarma.

Penulis: Kontributor Denpasar

Editor: Oka Suryawan 

RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -

Most Popular