Pencarian terhadap Wayan Kandi (73) warga Banjar Badingkayu, Desa Pengeragoan, Pekutatan, yang menghilang tiba-tiba secara misterius
Advertisement
download aplikasi Balipuspanews di google Playstore

Jembrana, balipuspanews.com – Seorang kakek bernama I Wayan Kandi (73) warga Banjar Badingkayu, Desa Pengeragoan, Pekutatan, yang menghilang dari rumahnya pada Minggu (7/1) sekitar pukul 23.30 Wita, hingga kini masih misterius.

Upaya pencarian yang dilakukan keluarga bersama tim SAR Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jembrana dan kepolisian terhadap Kandi, hinga hari kedua belum membuahkan hasil.

Pencarian yang dilakukan Selasa (9/1) mulai pagi oleh tim SAR, BPBD, kepolisian dan warga dilakukan dengan menyisir mulai dari rumah Kandi sampai keliling wilayah desa.

Tempat-tempat lain seperti kebun dan kawasan pinggiran hutan juga disisir termasuk setra (kuburan). Namun Kandi yang menghilang dalam keadaan sakit itu belum ditemukan.

“Penyisiran sudah kita lakukan sejak pagi keliling desa sanpai pinggiran hutan. Namun sampai sore hasilnya masih nihil. Untuk sementara karena cuaca hujan percarian kita hentikan,” ujar Kepala Pelaksanan (Kalak) BPBD Jembrana I Ketut Eko Susila Artha Permana.

Selain pencarian secara sekala, upaya niskala dengan memohon petunjuk ke orang pintar. Ada enam orang pintar yang dimintai petunjuk dan memerikan petunjuk lokasi yang diduga tenpat Kandi. Namun setelah di semua lokasi itu juga Kandi tidak ditemukan.

“Kita memang kesulitan petunjuk karena saat meningalkan rumah tidak ada yang melihat. Anehnya lagi saat itu anjing juga tidak ada yang menggongong,” ujar dia.

Lanjut Eko Susilo, sebelum meninggalkan rumah, Kandi memakai baju kaos warna kuning, celana trening warna biru, sandal jepit warna putih dengan tali biru.

“Kami sangat mengharapkan bantuan masyarakat. Jika ada yang menemukan atau mendapat informasi, agar segera meghubungi kami atau kepolisian,” ujarnya.

Tinggalkan Komentar...