Kegiatan kampanye Imunisasi Japanese Encephalitis (JE), di SD N 1 Buduk, Kecamatan Mengwi
Advertisement
download aplikasi Balipuspanews di google Playstore

Badung, balipuspanews.com – Wakil Bupati Badung Ketut Suiasa menghadiri kegiatan kampanye Imunisasi Japanese Encephalitis (JE), yang dipusatkan di SD N 1 Buduk, Kecamatan Mengwi.

Pada kesempatan ini, Wabup Suiasa menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung memiliki komitmen tinggi di bidang kesehatan. Terkait dengan ini, maka pihaknya tengah gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan memberikan pengobatan bagi yang sudah kena penyakit.

Menurut dia, pihak Pemkab Badung telah melakukan antisipasi berbagai hal yang menyangkut ancaman kesehatan. “Segala hal yang menyangkut ancaman di bidang kesehatan terus kami antisipasi. Kami sama sekali tidak ingin lambat mengantisipasi adanya penyakit. Makanya, untuk kampanye Imunisasi JE ini, sebagai langkah kami mengantisipasi penyakit sejak awal,” ujar Wabub Suiasa ketika dikonfirmasi Senin (19/3).

Dia melanjutkan, maka sebagai prioritas pertama imunisasi JE ini adalah anak sekolah. Hal ini dikarenakan anak sekolah memiliki kecenderungan paling rentan terjangkit virus mematikan ini.

“Tahap satu kami lakukan di anak sekolah dulu, tahap kedua baru diperluas jangkauanya ke anak non sekolah. Target kami seluruh masyarakat Badung harus terlayani,” ujar Wabup Suiasa.

Sementara itu, Kadis Kesehatan Badung dr I Gede Putra Suteja mengatakan, penyakit JE adalah penyakit radang otak (encephalitis) yang disebabkan oleh virus JE. Manusia dapat tertular virus JE jika digigit nyamuk culex yang sebelumnya menggigit babi atau beberapa species burung di daerah persawahan yang terinfeksi virus JE.
Penyakit ini dapat menimbulkan kematian dan bila bertahan hidup atau sembuh biasanya diikuti dengan gejala bisa berupa kelumpuhan dan keterbelakangan mental. “Penyakit JE belum ada obatnya dan imunisasi adalah satu-satunya cara yang paling efektif untuk mencegah penyakit ini,” ujarnya.

Secara program, kata Suteja, pelaksanaan melalui kampanye imunisasi JE. Diantaranya melalui pemberian imunisasi secara massal, serentak dan tanpa memandang status imunisasi. Setelah selesai kampanye imunisasi JE, maka selanjutnya imunisasi akan masuk ke dalam jadwal imunisasi rutin yang diberikan pada anak usia 10 bulan.

Adapun sasaran dari imunisasi JE ini dibagi dalam beberapa tahap, meliputi anak usia 9 bulan – 6 tahun, usia 7-12 tahun dan usia 13-15 tahun.

“Total sasaran kampanye imunisasi JE di Badung tahun 2018 sebanyak 148.644 orang dengan rincian laki-laki 16.400 orang dan perempuan 72.244 orang,” kata Suteja sembari menyebut jumlah pos imunisasi untuk kampanye imunisasi JE di Badung sebanyak 1.254 pos.

Dia menegaskan, Badung membutuhkan vaksin JE sebanyak 37.161 vial. “Satu vial vaksin diberikan untuk 5 orang anak,” ucap dia. (bp)

Tinggalkan Komentar...