Rabu, Oktober 21, 2020
Beranda Nasional Jakarta Kampanye Tatap Muka Lebih Banyak Daripada Virtual, KPU dan Bawaslu Harus Tegas

Kampanye Tatap Muka Lebih Banyak Daripada Virtual, KPU dan Bawaslu Harus Tegas

JAKARTA, balipuspanews.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) mencatat terdapat 3.398 kegiatan kampanye di 172 kabupaten/kota dan sembilan provinsi yang menyelenggarakan Pilkada Serentak 2020 pada 9 Desember mendatang.

Rinciannya sebanyak 3.259 (96%) kampanye dilakukan secara tatap muka, dan hanya 212 (4%) kampanye dilakukan secara virtual. Hasil ini menunjukkan bahwa Peraturan KPU yang mendorong kampanye virtual tidak dijalankan sebagaimana mestinya oleh calonn kepala daerah maupun para pendukungnya.

Untuk itu, Ketua MPR RI Bambang Soesatyo meminta penyelenggara pemilu/pilkada, dalam hal ini KPUD dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) setempat dapat memberikan sanksi tegas terhadap pelanggaran kampanye.

“Penyelenggara Pemilu, dalam hal ini KPU, melalui Peraturan KPU dapat memberikan sanksi tegas pihak yang melakukan pelanggaran selama proses seluruh tahapan Pilkada, khususnya saat ini tahapan kampanye Pilkada,” ucap Bambang Soesatyo dalam keterangan tertulisnya, Jumat (16/10).

Pemberian sanksi tegas dinilainya penting agar semua pihak mematuhi semua aturan yang ada dalam pilkada. Sebab semua aturan yang dibuat sudah jelas dan tegas, serta memiliki tujuan baik untuk semua pihak terutama upaya menghindari dan mencegah penularan virus corona (Covid-19) yang penyebarannya masih tinggi saat ini.

“KPU dan Bawaslu harus mengawasi kampanye para calon kepala daerah dalam menerapkan dan mematuhi protokol kesehatan, sehingga tidak menimbulkan kluster baru penyebaran Covid-19,” kata Bamsoet.

Penerapan protokol kesehatan, menurutnya adalah hal yang wajib dilakukan oleh cakada untuk memutus rantai penyebaran Covid-19. Untuk itu, jika ada Cakada yang mengabaikan hal itu, maka harus diberikan sanksi tegas.

Bamset yang juga Wakil ketua Umum Partai Golkar ini mengatakan KPU selaku penyelenggara Pemilu harus melakukan sosialisasi secara masif kepada seluruh pihak yang terlibat dalam Pilkada, terutama partai politik pendukung agar menerapkan protokol kesehatan di setiap kegiatan pilkada.

“Ini untuk mencegah timbulnya kerumunan dari mobilisasi massa yang rentan memperluas penyebaran COVID-19,” tegasnya.

Mantan Ketua DPR RI ini juga menyerukan kepada pasangan Cakada, tim sukses, simpatisan dan partai politik pendukung untuk mengedukasi penerapan protokol kesehatan di tempat pemungutan suara (TPS), sehingga publik atau masyarakat mendapatkan informasi terkait tata cara pelaksanaan pilkada dalam kondisi pandemi Covid-19.

Penulis/Editor : Hardianto/Oka Suryawan

- Advertisement -

Kakek Gantung Diri di Gubuk Ditemukan Oleh Cucunya

ABIANSEMAL, balipuspanews.com -Seorang cucu, Putu Darmiati, 23, tidak menyangka menemukan kakeknya, Ketut Sumerta, 65, tewas gantung diri di gubuk sawah di Pondok Subak Munduk...

Kasus Dugaan Pemerkosaan Pelajar, Diduga Terjadi di Lima Tempat Berbeda Oleh 10 Pelaku

BULELENG, balipuspanews.com - Penyelidikan terhadap kasus dugaan pemerkosaan terhadap anak dibawah umur terus berlanjut. Kasus yang korbannya dibawah umur ini dari hasil penyelidikan sementara...
Member of