Kapal Perang Penghancur KRI Fatahilah 361 Nyandar di Pelabuhan Tanah Ampo

KRI Fatahilah 361 bersandar di Pelabuhan Tanah Ampo. Kehadiran kapal tersebut untuk membantu mengamankan G20
KRI Fatahilah 361 bersandar di Pelabuhan Tanah Ampo. Kehadiran kapal tersebut untuk membantu mengamankan G20

KARANGASEM, balipuspanews.com- KRI Fatahilah 361 salah satu kapal perang yang diterjunkan dalam pengamanan VVIP KTT G20 di Bali milik TNI Angkatan Laut bersandar di Pelabuhan Tanah Ampo, Manggis, Karangasem, Rabu (9/11/2022).

Jenis Kapal ini merupakan kapal perang perusak yang dimiliki oleh TNI Angkatan Laut dengan berat sekitar 1.500 ton buatan Belanda tahun 1979.

Komandan Kapal KRI Fatahilah 361, Letkol Laut. Wirasetya Haprabu kepada awak media di Pelabuhan Tanah Ampo menerangkan, KRI Fatahillah merupakan satu dari 12 KRI lainnya yang akan bertugas untuk mengamankan wilayah perairan Bali sebelum hingga dua hari setelah berlangsungnya KTT G20 di Bali.

“Kami akan mengawasi Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI II) yang berada di dekat kawasan perairan Karangasem, jalur ini merupakan jalur pelayaran yang cukup padat,” ujarnya.

Dalam proses pengawasan, KRI Fatahilah 361 berikut 82 orang awak kapal tersebut akan memantau lalulintas kapal-kapal yang melintas di jalur ALKI II meliputi pelayaran dari Laut Sulawesi melintasi Selat Makasar, Laut Flores, dan Selat Lombok ke Samudera Hindia.

Nantinya, pihaknya akan memastikan bahwa kapal yang melintas harus tetap berada pada jalurnya sesuai dengan aturan ALKI sesuai Unclos yakni kanan 25 Nautical Mile dan kiri 25 Nautical Mile.

“Sepanjang kapal – kapal itu menaati aturan Unclos kami tidak akan melakukan pembatasan-pembatasan lainnya, namun jika ada kapal menerobos aturan tanpa informasi yang jelas, itulah yang akan kami atensi terkait maksud, tujuan dan kepentingannya untuk mengantisipasi potensi ancaman, ” jelasnya.

Sementara itu, untuk pengamanan Presidensi G20 di Bali yang akan berlangsung dari tanggal 15 hingga 17 Nopember 2022, TNI AL juga menerjunkan 3000 personil gabungan dari Koarmada I, II dan III serta Pasmar, dengan 12 KRI, 3 Unit Helikopter Panther dan 2 Unit Helikopter Bell.

Penulis: Gede Suartawan

Editor: Oka Suryawan