Kapolresta Denpasar AKBP Ruddi Setiawan menggelar rapat koordinasi di Kantor Camat Kuta, Rabu (5/12) pagi, yang dihadiri para tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama dan sejumlah instansi terkait.
Advertisement
download aplikasi Balipuspanews di google Playstore

Kuta, balipuspanews.com-Kapolresta Denpasar AKBP Ruddi Setiawan menggelar rapat koordinasi di Kantor Camat Kuta, Rabu (5/12) pagi, yang dihadiri para tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama dan sejumlah instansi terkait.

Tujuan rapat koordinasi ini adalah untuk membahas pengamanan Natal, Galungan & Kuningan, Tahun Baru 2019 dan persiapan tahapan pelaksanaan Pilpres dan Pileg yang aman, damai dan kondusif di wilayah Kuta.

Dalam rapat koordinasi tersebut juga berlangsung penandatanganan kesepakatan pemilu damai bagi calon anggota DPRD Kabupaten Badung. Adapun poin kesepakatan itu yakni pertama, mewujudkan pemilu yang langsung, umum, bebas, rahasia dan adil. Kedua, melaksanakan kampanye pemilu yang aman, tertib, berintegritas, tanpa hoax, politisasi SARA dan politik uang. Ketiga, melaksanakan kampanye berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Dalam kesempatan itu, Plt. Camat Kuta I Made Widiana, berharap agar selama tahapan pelaksaan Pemilu di Kuta dapat berlangsung aman dan tertib. Ia juga meminta kepada calon legislatif agar ikut menciptakan Pileg yang aman dan kondusif.

“Apalagi di Bulan Desember ini, banyak kegiatan keagamaan seperti Hari Raya Natal, Galungan dan Kuningan. Saya berharap dari para tokoh adat, agama dan tokoh masyarakat agar tetap saling berkoordinasi sehingga pelaksanaan persembahyangan, perayaan hari raya keagamaan di Kuta berjalan aman dan lancar,” tegasnya.

Sementara dalam sambutannya, Kapolresta Denpasar AKBP Ruddi Setiawan menyampaikan, kampung turis Kuta sebagai wilayah destinasi wisata dunia haruslah terjaga keamanannya. Setiap hari, bahkan pagi hari, wilayah Kuta semakin ramai, sehingga perlu mengadakan patroli bersama dengan instansi terkait.

Ia juga memastikan, selama perayaan hari besar keagamaan, yakni Hari Raya Natal, Galungan dan Kuningan, akan banyak warga Jakarta berlibur ke Bali.

“Sehingga, diharapkan perlu melakukan kegiatan patroli bersama baik ditempat wisata, hiburan maupun tempat-tempat ibadah,” tegasnya.

Mantan Wadireskrimsus Polda Bali ini mengatakan, patroli bersama ini perlu dilaksanakan. Mengingat dari data kamtibmas kepolisian, wilayah Kuta sarat akan kejahatan seperti jambret dan copet, disamping masalah narkoba.

“Sesuai perintah Kapolda Bali, kami tindak tegas pelaku jambret dan copet. Bila perlu tembak ditempat,” tegas mantan Kapolsek Metro Penjaringan Jakarta Utara ini.

Selain itu, mantan Kapolres Badung ini memperkirakan akan terjadi berbagai bentuk ancaman dan kerawanan memasuki perayaan Natal, Galungan dan Kuningan serta pergantian Tahun Baru 2019, yakni masalah menyalakan kembang api, mabuk-mabukkan dan kebut-kebutan di jalan hingga terjadinya kecelakaan dan kemacetan.

“Kami imbau agar masyarakat tidak menyalakan kembang api di dekat rumah untuk menghindari kebakaran. Jangan mabuk-mabukkan karena bisa terjadi kecelakaan dan kemacetan,” terangnya.

Tak kalah pentingnya, AKBP Ruddi menegaskan, potensi kerawanan Pemilu 2019 di Bali selama tahapan Pemilu berjalan aman. Meski demikian, pihak kepolisian akan tetap mengantisipasi pelanggaran-pelanggaran yang terjadi selama pelaksanaan Pemilu.

“Potensi kerawanan Pemilu 2019 di Bali berjalan aman,” pungkasnya. (pl/bpn/tim)

Advertisement

Tinggalkan Komentar...