Kapolresta Sebut Pelaku Nekat Habisi WNA Asal Slovakia Karena Sakit Hati Diputusin

Kombes Jansen (tengah) didampingi Kasatreskrim Polresta Denpasar Kompol Dewa Anom Danujaya (kanan) dan Kapolsek Denpasar Kompol Citra Fatwa Rahmadani (kiri), di Mapolsek Densel, Kamis (21/01/2021)
Kombes Jansen (tengah) didampingi Kasatreskrim Polresta Denpasar Kompol Dewa Anom Danujaya (kanan) dan Kapolsek Denpasar Kompol Citra Fatwa Rahmadani (kiri), di Mapolsek Densel, Kamis (21/01/2021)

DENPASAR, balipuspanews.com – Kapolresta Denpasar Kombes Pol Jansen Avitus Panjaitan mengungkapkan, motif tewasnya WNA asal Slovakia, AS,29, akibat sakit hati.

Mantan pacar korban berinisial LP,30, tidak terima diputus sehingga nekat membunuh saat korban berada di dapur rumah kontrakannya di Jalan Pengiasan, Desa Sanur, Denpasar Selatan, Senin (18/01/2021) sore.

Kombes Jansen menerangkan, setelah kasus pembunuhan terhadap korban terkuak, pihaknya langsung melakukan penyelidikan. Berselang 3 jam kemudian, pelaku LP dibekuk di rumahnya di Jalan Taman Baruna, Jimbaran, Kecamatan Kuta Selatan.

Pelaku asal Sorong Kepulauan, Kota Sorong, Papua Barat itu mengakui segala perbuatannya menghabisi nyawa korban dengan pisau yang sudah dibawa dari rumahnya.

“Berdasarkan bukti-bukti yang ada, dalam waktu 3 jam pelaku kami tangkap,” terang Kombes Jansen didampingi Kasatreskrim Polresta Denpasar Kompol Dewa Anom Danujaya dan Kapolsek Denpasar Kompol Citra Fatwa Rahmadani, di Mapolsek Densel, Kamis (21/01/2021).

Mantan Wadireskrimsus Polda Papua Barat itu menerangkan, antara korban dan pelaku memang sudah lama kenal. Bahkan dulu pernah berpacaran. Dimana benih-benih asmara tumbuh saat keduanya dulunya sama-sama kerja di tempat wisata Raja Empat, Papua Barat.

“Pelaku dan korban satu manajemen di Raja Empat, Papua Barat. Korban sebagai Manager dan pelaku sebagai Kapten Kapal Speedboat. Keduanya sudah 3 tahun berpacaran,” terang Kombes Jansen.

Percintaan keduanya semakin serius setelah korban mengajak pelaku ke negaranya Slovakia untuk bertemu dengan keluarga korban. Bahkan rencananya, setelah bertemu dengan keluarga korban, keduanya segera menikah.

Nah, disanalah P membeli pisau asal Slovakia sebagai kenang-kenangan.

“Pelaku mendapatkan pisau tersebut dari Slovakia,” ujarnya.

Selanjutnya, korban pindah ke Bali terhitung sejak tahun 2020 lalu dan beraktivitas secara online. Sedangkan pelaku akhirnya mengikuti langkah korban untuk tinggal di Bali.

Di Bali sendiri, pelaku bekerja ditempat wisata air di Tanjung Benoa Kuta Selatan, menjabat Kapten Kapal Motor.

Tak terasa menjalin hubungan selama 3 tahun, korban akhirnya memutuskan hubungan dengan pelaku dengan alasan pelaku seorang pemabuk berat.

“Korban berniat memutuskan dan tidak mau berhubungan dengan pelaku. Karena pelaku suka minum-minum alkohol,” ungkap mantan Wakapolres Badung ini.

Merasa diputus sepihak, pelaku sakit hati. Walhasil, pelaku terpaksa hengkang dari rumah korban dan mencari rumah di Wilayah Jimbaran. Sebelumnya, selama berpacaran keduanya tinggal satu rumah di TKP yakni di Jalan Pengiasan, Desa Sanur, Denpasar Selatan.

“Ya keduanya dulu tinggal bersama, tapi setelah putus pelaku tinggal di Jimbaran,” bebernya.

Kepada penyidik, pelaku mengaku sakit hati terhadap korban. Padahal dia sudah 2 kali minta maaf dan tidak mengulangi perbuatannya meneguk minuman keras. Namun wanita cantik asal Slovakia itu tidak mau berhubungan lagi. Bahkan korban meminta kepada pelaku untuk mengembalikan motor Kawasaki miliknya yang dipakai oleh pelaku.

“Korban minta motornya dikembalikan tapi pelaku tetap ngotot ingin kembali berhubungan dengan korban. Sehingga korban mengancam akan melaporkan pelaku ke polisi jika tidak kembalikan motornya. Sehingga yang ketiga kalinya pelaku datang dan terjadilah peristiwa pembunuhan ini,” beber perwira melati tiga dipundak itu.

Nah, pada Senin (18/01/2021) sore, pelaku datang ke TKP membawa pisau yang dibelinya dari Slovakia. Tujuan kedatangan pelaku diduga kuat untuk menghabisi nyawa korban jika maafnya tidak diterima.

“Setibanya di rumah tepatnya di dapur terjadi cekcok dan korban mengusir korban dengan sapu ijuk,” ungkap Kombes Jansen.

Lantaran kadung sudah sakit hati, pelaku menusuk leher korban sebanyak 1 kali dan kemudian menggoresnya. Akibatnya korban bersimbah darah dan tewas seketika.

Pelaku kemudian mengambil handphone korban dan mematahkannya agar tidak bisa dihubungi oleh orang lain.

Dua hari kemudian, Rabu (20/01/2021) siang, jasad korban ditemukan teman korban saksi AN,33, yang datang ke rumahnya. Perbuatan pelaku akhirnya diungkap, dan dia ditangkap tanpa perlawanan di rumahnya di Jimbaran.

Penulis : Kontributor Denpasar 

Editor : Oka Suryawan