Kapten kapal diamankan
Kapten kapal diamankan
sewa motor matic murah dibali

SEMARAPURA, balipuspanews.com-Sat Reskrim Polsek Nusa Penida dibawah komando Kanit Iptu Nyoman Sudarsa melakukan penanngkapan terhadap Kapten Boat yang tenggelam diperairan Devil Tears di Desa Jungut Batu,Nusa Penida pada Rabu(23/11)sekira pukul 10.00 Wita.

Penangkapan yang dilakukan Sat Reskrim Polsek Nusa Penida ini berdasarkan laporan Polisi: LP-B /23 / 1X / 2019/Bali/ Res Klungkung yang masuk tanggal 16 September 2019 lalu. Informasi penangkapan ini baru disampaikan secara resmi pada  awak media oleh Kasubag Humas Polres Klungkung, AKP. Putu Gede Ardana, SH.

Menurut Kasubag Humas Polres Klungkung AKP Putu Gede Ardana,SH seijin Kapolres Klungkung AKBP Komang Sudana,SIK , menyebutkan , Kapten Boat yang berhasil ditangkap bernama, Suhadak (35) dengan alamat tinggal sementara di Desa Jungutbatu, Kecamatan Nusa Penida. Jika merujuk identitas aslinya, Suhadak ini berasal dari Dusun Pekiringan, RT/RW 003/001, Desa Sumber Sari, Kecamatan Srono, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.

Lebih jauh AKP Putu Gede Ardana,SH menyebutkan  Peristiwa boat terbalik di perairan Devil Tear di Desa Lembongan, Kecamatan Nusa Penida terjadi, Senin (16/11) lalu sekitar Pukul 10.15 WITA dengan korban bernama, Caval Heir O Biron (48) jenis kelamin perempuan asal Brazil dan korban tercatat menginap di Villa D Nusa Banjar Kaja, Desa Jungutbatu, Kecamatan Nusa Penida. Korban selanjutnya bernama Victor Johannes Allers (43) dari negara Afrika Selatan.

Dirinya memaparkan bahwa dalam kronologis penangkapannya, diawali oleh adanya laporan dari pelapor, Dewa KD Adi Artawan yang melaporkan kejadian tentang adanya boat terbalik di perairan Devil Tear.

Kemudian Unit polsek nusa penida kemudian melakukan penelitian dan dan penyelidikan atas laporan tersebut, serta atas keterangan saksi-saksi yang diinterogasi oleh Unit Reskrim.

“Pada  Rabu 23 Oktober lalu sekitar Pukul 10.00 WITA, Suhadak berhasil ditangkap di kosannya di Desa Jungutbatu, dengan mengamankan barang bukti 1 buah life bouy warna orange dan tali warna putih dengan panjang 50 meter. Atas peristiwa itu, pelaku diancam 10 tahun penjara karena mengakibatkan meninggal dunia dan sesuai aturan melanggar Pasal 323 ayat (1) dan (4) UU No. 17 tahun 2008 tentang pelayaran atau pasal 359 KUHP,” Ujar Kasubag Humas Putu Gde Ardana tegas.Roni.