sewa motor matic murah dibali

JAKARTA,balipuspanews.com – Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) harus menjadi lembaga akreditasi Internasional yang menjaga mutu dan keselamatan pasien.

Ketua Eksekutif KARS, Dr. dr. Sutoto, M.Kes mengatakan perlu dipahami bahwa rumahsakit itu seperti pisau bermata dua, disatu sisi sangat bermanfaat kepada pasien karena mengobati dan menyembuhkan tetapi disisi lain kalau tidak mematuhi peraturan perundang-undangan dan tidak mematuhi standar dan etika profesi bisa membahayakan pasien dan masyarakat. Oleh karena itu KARS sebagai penjaga mutu dan keselamatan pasien harus menjaganya dan memberikan banyak manfaatnya.

“KARS membimbing serta membantu rumah sakit dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan dan standar keselamatan pasien melalui akreditasi dan diakui sebagai Badan Akreditasi bertaraf Internasional oleh lembaga ISQua dan oleh masyarakat di tingkat Nasional maupun Internasional,” kata Sutoto saat konferensi pers di Jakarta, Senin (25/2).

Sutoto mengungkapkan pengurusan akreditasi sangat bergantung pada komitmen pemilik dan jajaran pejabat rumah sakit. Rumah sakit yang paham pentingnya akreditasi tidak ragu untuk memperoleh atau memperpanjang sertifikasi. Akreditasi menjamin mutu layanan dan keselamatan pasien selama di rumah sakit.

“Proses akreditasi tidak sulit asal rumah sakit memehi Standar Nasional Akreditasi Rumah Sakit (SNARS), yang kini telah diakui di tingkat internasional. Total ada 334 standar dan 1.345 elemen yang harus dinilai. Elemen ini mencakup berbagai hal terkait layanan dan keselamatan pasien serta tenaga kesehatan di rumah sakit,” ungkapnya.

Dalam upaya untuk mendorong para praktisi, pembimbing, surveior, regulator, dan akademisi untuk melakukan penelitian ataupun melakukan berbagai upaya peningkatan mutu yang terkait dengan sistem akreditasi rumah sakit dan kemudian mempublikasikannya pada jurnal baik dalam bentuk artikel penelitian maupun artikel praktek peningkatan mutu maka KARS menerbitkan elektronik jurnal yang bernama THE JOURNAL OF HOSPITAL ACCREDITATION (JHA).

“JHA merupakan jurnal elektronik yang diharapkan akan bertingkat Internasional karena akan melibatkan penulis dan reviewer dari manca negara serta menggunakan dua bahasa Indonesia dan Inggris,” tuturnya.

Dalam kesempatan ini juga dilakukan peresmian peluncuran THE JOURNAL OF HOSPITAL ACCREDITATION dan Media KARS. (Ivan/bpn/tim)

Tinggalkan Komentar...