ribuan pemedek sejebag Bali masih memadati pedek tangkil menghaturkan bakti di Pura Dasar Buana,Gelgel,KLungkung.
ribuan pemedek sejebag Bali masih memadati pedek tangkil menghaturkan bakti di Pura Dasar Buana,Gelgel,KLungkung.

SEMARAPURA, balipuspanews.com -Hari ke tiga pelaksanaan puncak Mupuk karya Pura Dasar Buana,Gelgel pada Paing ,Rabu(26/2) tampak ribuan pemedek sejebag Bali masih memadati pedek tangkil menghaturkan bakti di Pura Dasar Buana, Gelgel, Klungkung.

Terkait pelaksanaan Karya hari Paing Mupuk Karya di Pura Dasar Buana ini , bakti penganyar diaturkan oleh Pemda Buleleng,Bangli dan Kodya Denpasar.

Hadir sementara  itu dari Pemkab Singaraja mewakili Bupati Buleleng  di pimpin oleh kabag kesra Ni Made Suryani,S,Sos  sedangkan dari  Pemkab Bangli dipimpin  asisten III Putu Alit Parwata mewakili Bupati Bangli didampingi Kabag Kesra Jro Widarta.

Sementara itu Pemda  Kodya Denpasar  yang ngagturang bakti penganyar  pukul 14.00 Wita dipimpin Kabag Kesra Cokorda Gde Pradnyana mewakili Walikota Denpasar.

Pangenter Acara Mupuk Karya Agung Pura Dasar Buana, Dewa Ketut Soma ditemui disela sela Karya mengatakan  untuk hari ketiga Paing Puncak Mupuk Karya di Pura Dasar Buana, Gelgel, Rabu (6/2)  ini ,yang mendapatkan jadwal menghaturkan banten penganyar serta bakti penganyar adalah Pemda Buleleng,Pemda Bangli dan dilanjutkan pada pukul 14.00 Wita bakti penganyar darii Pemerintah Kodya Denpasar yang menghaturkan banten dan bakti  penganyar di Pura Dasar Buana Gelgel,Klungkung.

Dewa Soma lebih detil menyebutkan adapun sulinggih yang muput Pujawali Mupuk Karya pelaksanaan di  Paing Bakti Penganyar di Pura Dasar Buana dipuput oleh 6 sulinggih .

“Yang muput di Utama Mandala  pura dasar bhuana dipuput ida peranda istri Mayun dari geria Aan, di Bale Agung  dipuput  ida Peranda Gde Jumpung Putra Keniten dari Geria Jumpung. Sementara yang muput di Pura Melanting dipuput Ida Peranda Gde Agra Kemenuh dari Gria Kutuh ,kamasan, dan yang muput di Pura Puseh dipuput Ida Peranda Gde Kediri Putra Keniten dari Geria Kediri,Kamasan. Dan di Pura Yasa dipuput Ida Peranda Istri Suryati dari Geria Kediri, Kamasan dan di Pura Taman Suci dipuput Ida Peranda Istri Raka dari Geria Kung, Paksebali, Dawan, Klungkung, ”terangnya.

Terkait pelaksanaan Mupuk Karya di Pura Dasar Buana Gelgel,Klungkung ini tetap ditampilkan tari Wali  sakral tari Baris Oncer Ganda karena itu menjadi salah satu tarian Wali  sakral yang baru ditampilkan setelah 500 tahun dilaksanakan Karya Panca Wali Krama setahun yang lalu. Tarian Oncer Ganda ini  bersenjata tombak  dengan oncer dari pelepah Jagung ini merupakan simbul laskar Kerajaan Gelgel yang gagah berani dan perkasa.

Mereka memiliki kekuatan misterius dalam membentengi Kerajaan Gelgel dulu.

 “Mupuk Karya Agung ini digelar dengan iringan gerak tari Baris Oncer Ganda sebagai tari wali. Tari wali itu mulai ditampilkan saat ada upacara besar Panca Wali Krama di Pura Dasar Buana. Selain sebagai tari wali, tampilan tari itu juga mengenang masa kejayaan Laskar Kerajaan Gelgel,” ujar Dewa Soma lebih jelas.

Tokoh pemerhati Sastra ini menambahkan , nama Oncer artinya terurai (magambahan), Ganda artinya kulit jagung. Inilah yang dipasang pada tombak.

 Kemudian tombak itu dipasupati dan dibantu kekuatan Bala Samar Ratu Gde Nusa. Ini membuat kekuatan Laskar Gelgel Oncer Ganda itu amat dahsyat. Dahsyatnya kemampuan Laskar Gelgel ini membuat pasukan bersenjatakan tombak ini menjadi paling ditakuti pada zamannya. Mereka kemudian biasa disebut Laskar Oncer Ganda.(Roni/BPN/tim)