Jumat, Juni 14, 2024
BerandaDenpasarKasus Bayi Tewas Mengapung, Polisi Minim Saksi 

Kasus Bayi Tewas Mengapung, Polisi Minim Saksi 

DENPASAR, balipuspanews.com
Hingga kini Polisi belum berhasil mengungkap sosok pelaku yang membuang bayi di Tukad Badung dikawasan Jalan Gunung Kerinci, Pemecutan pada Senin (19/9/2022).

Padahal dalam catatan di lokasi tersebut sudah tiga kali terjadi pembuangan bayi dan belum pernah terungkap.

Menurut Kapolsek Denbar Kompol I Made Hendra Agustina pihaknya masih mendalami kasus pembuangan bayi di Tukad Badung dan belum ada perkembangan. Polisi sudah melakukan olah TKP dan memeriksa keterangan sejumlah saksi.

Diantaranya pemancing yang awalnya menemukan bayi tewas tersebut.

“Masih kami selidiki,” bebernya saat dikonfirmasi awak media, pada Selasa (20/9/2022).

Dijelaskanya dari penyelidikan ada beberapa kendala. Diantaranya minimnya keterangan saksi-saksi dan tidak ada kamera CCTV yang terpasang di sekitar lokasi kejadian.

Terlebih saat ditemukan sosok bayi itu hanyut terbawa arus sungai.

“Sehingga lokasi pasti bayi malang tersebut dibuang sulit diidentifikasi,” terangnya.

Diungkapkanya kendati demikian, pihaknya akan terus berusaha mengungkap pelaku dengan mencari wanita yang dicurigai baru melahirkan di wilayah hukum Polsek Denbar.

BACA :  Ratusan Calon Bintara Polri Jalani Tes Kesamaptaan Jasmani

“Pasti kami akan berusaha mengungkapnya,” tandasnya.

Diberitakan, sesosok mayat bayi ditemukan oleh dua pemancing di Tukad Badung dikawasan Jalan Gunung Kerinci, Pemecutan, Denpasar Barat, pada Senin (19/9/2022), pukul 08.00 wit.

Dua saksi penemuan adalah warga bernama Nyoman Soma Arta, 48, dan Ketut Dana, 48. Mereka sedang memancing tiba-tiba melihat sosok mengapung di sungai sepanjang 30 kilometer tersebut.

Sosok mayat bayi itu sempat dikira bangkai anak babi. Namun setelah mendekati ternyata bayi dalam keadaan meninggal dunia. Kejadian itu lantas dilaporkan ke polisi.

Sementara saat dievakuasi, bayi itu tanpa ditutupi sehelai pakaian dan berjenis kelamin laki-laki. Tampak kondisi kulitnya sudah menjadi gelap, diduga akibat terlalu lama di dalam air.

Bahkan ari-arinya pun masih menempel. Kini, jenazah bayi telah dibawa menuju RSUP Prof Ngoerah guna proses lebih lanjut.

Penulis : Kontributor Denpasar 

Editor : Oka Suryawan

RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular