Advertisement
download aplikasi Balipuspanews di google Playstore

SINGARAJA, balipuspanews.com — Kasus penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Buleleng kian meningkat. Data Dinas Kesehatan Buleleng, kasus DBD di tahun 2019, terhitung dari awal bulan Januari sampai dengan 11 Februari 2019 ini,  mencapai 127 kasus. Sedangkan di tahun 2018 lalu, kasus serupa hanya sebanyak 129 dalam setahun.

Nah, dengan adanya peningkatan kasus tersebut, Diskes Buleleng telah melakukan berbagai upaya pencegahan serta mengajak seluruh lapisan masyarakat agar senantiasa menjaga kebersihan lingkungan.

Wakil Bupati Buleleng dr. I Nyoman Sutjidra, Sp OG, mengatakan pihaknya sudah melakukan berbagai upaya pencegahan wabah DBD, bahkan menghimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan sehingga terhindar dari serangan wabah DBD.

Imbuh Wabup Sutjidra, wabah DBD sejatinya tidak terjadi di Buleleng saja, namun hampir di seluruh wilayah Indonesia.

Penyebabnya, kata dia dikarenakan cuaca yang sangat ekstrim dengan curah hujan tinggi disertai cuaca panas, sehingga mengakibatkan kondisi daya tahan tubuh menurun dan sangat mudah terserang wabah penyakit seperti DBD. Namun menghindari hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Buleleng melalui dinas terkait sudah melakukan berbagai upaya pencegahan.

“Minggu lalu kami sudah menyampaikan kepada seluruh jajaran dinas Kesehatan dan jajaran yang terkait agar mulai mengajak masyarakat untuk membersihkan lingkungannya,“ ucap Wabup Sutjidra usai mengikuti rapat konsultasi publik, Senin (11/2).

Lanjut dia, bagi yang sudah terindikasi DBD akan dilakukan penanganan segara, seperti pemberian cairan dan obat untuk menghindari akibat yang fatal bagi penderita DBD. Masyarakat pun diharapkan untuk segera membawa penderita DBD ke rumah sakit terdekat.

Meminimalisasi jentik nyamuk, petugas dari dinas terkait sudah melakukan penebaran abate pada genangan air serta melakukan fogging khusus pada radius 100 meter dari tempat terjadinya kasus DBD.

“Paling efektif adalah pemberantasan sarang nyamuk (PSN), kepada stakeholder terkait di desa – desa maupun di kelurahan agar mulai mangajak masyarakat untuk bisa gotong-royong membersihakan lingkungannya,” tandasnya.

Advertisement
Loading...