Anggota Komisi III DPR RI Nasir Djamil
Anggota Komisi III DPR RI Nasir Djamil

JAKARTA, balipuspanews.com – Anggota Komisi III DPR RI Nasir Djamil mendorong penuntasan kasus pemalsuan label Standar Nasional Indonesia (SNI) yang berpotensi merugikan keuangan negara sebesar Rp2,7 Triliun yang saat ini sedang ditangani Polda Metro Jaya.

“Dugaan tipikor 2,7 triliun bukan angka yang kecil,” ujar Nasir Djamil di Jakarta, Jumat (3/7/2020).

Menurut Anggota Komisi DPR RI yang membidangi hukum dan imigrasi tersebut, pemuntasan dugaan tindak pidana korupsi yang berpotensi merugikan keuangan negara sebesar triliunan rupiah, sepatutnya mendapat perhatian serius dari aparat penegak hukum.

Oleh karena itiu, Nasir meminta pihak kepolisian segera melanjutkan proses hukum, sehingga mendapat kepercayaan masyarakat.

“Meminta agar kasus dipercepat untuk mendapatkan kepastian dan keadilan hukum,” ujar Nasir.

Sebelumnya Komisioner Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Poengky Indarti, S.H., LL.M mengkritik kasus tersebut yang dinilainya mandek.

Menurut Poengky pihak pelapor mengadukan masalah itu ke Irwasda dan Propam.

“Pelapor kasus pemalsuan dapat melaporkan kepada Irwasda dan Propam selaku pengawas internal Polri, untuk melihat apakah ada yang dilanggar oleh penyidik,” ujar Poengky kepada wartawan di Jakarta, Kamis (2/7/2020)

Poengky mengungkapkan, pentingnya penyidik bersikap profesional.

“Terhadap semua kasus pidana yang dilaporkan, diharapkan penyidik profesional dalam menangani. Jika diduga penyidik tidak profesional dalam melaksanakan tugasnya, maka Pengawas Penyidikan (Wassidik) bertanggungjawab memeriksa hasil penyidikan perkara dan memberikan arahan-arahan kepada penyidik,” ujarnya.

Selain itu Poengky menambahkan, para Penyidik dalam melaksanakan tugasnya harus berpedoman pada Perkap tentang Penyidikan Tindak Pidana.

“Penyidik berpedoman pada Perkap tentang Penyidikan Tindak Pidana,” tegas Poengky.

Penulis/Editor : Hardianto/Oka Suryawan

Facebook Comments