Advertisement
download aplikasi Balipuspanews di google Playstore

Singaraja, balipuspanews.com — Kasus dugaan pemerkosaan yang dialami gadis remaja sebut saja Bunga (14) dilakukan oleh pamannya sendiri berinisial IG (65) warga Desa Banjar, Buleleng, saat ini masih terus dalam proses penyelidikan.

Saat ini, kondisi psikis Bunga dikabarkan telah membaik, namun begitu pihak kepolisian belum sepenuhnya bisa menggali keterangan lantaran bunga masih kesulitan untuk berbicara ketika dimintai keterangan terkait kronologis kejadian dugaan pemerkosaan dialaminya.

Meski demikian, Jajaran Unit IV PPA Satreskrim Polres Buleleng tak menyerah, dan terus melakukan upaya untuk mengumpulkan keterangan lebih jauh dari dengan cara-cara tertentu.

“Masih dalam proses, keterangan korban juga masih kami gali. Ya, karena kondisi korban masih trauma, jadi kami sedikit kesulitan memintai keterangan korban. Tapi tetap kami upayakan, sekarang masih pengumpulan keterangan,” kata Wakapolres Buleleng, Kompol. Ronny Riantoko, belum lama ini.

Sementara, Forum Advokat Buleleng Peduli Anak (FABPA) yang selama ini mengawal kasus dugaan pemerkosaan itu, juga secara intensif melakukan koordinasi dengan Satreskrim Polres Buleleng.

Dari informasi yang diperoleh, kasus dugaan pemerkosaan ini bakal segera rampung, tinggal pengumpulan keterangan korban.

Menurut Gede Harja Astawa selaku Ketua  FABPA, dari hasil koordinasi, pihak kepolisian sedang melakukan tahap pengumpulan keterangan terhadap korban.

“Secara materi sudah diatas 60 persen, tinggal finishing menjadi sebuah berkas. Setelah itu, baru ada gelar, penetapan tersangka, dan lanjut proses hukum,” ungkap Harja dihubungi melalui telepon seluler, Senin (11/6).

Harja mengungkapkan saat ini kondisi korban sudah membaik, namun masih kesulitan untuk memberikan keterangan dihadapan pihak kepolisian.

“Kami apresiasi langkah kepolisian. Kami dari FABPA selalu bersinergi dengan kepolisian, dan kami percayakan untuk teknis penyelidikan dan proses penyidikannya. Sekarang korban, masih berada di salah satu yayasan di Buleleng dan itu tempatnya aman,” ujar Harja.

Untuk itu Harja berharap, agar kasus ini bisa secepatnya tuntas. Sehingga, tidak menimbulkan multi tafsir di masyarakat Buleleng, terkait lambatnya penanganan kasus ini.

“Mudah-mudahan kasus ini cepat selesai. Masih menjadi pikiran kami, pasca proses hukum, anak ini diapakan, sehingga tidak mematikan masa depan anak ini, apakah nanti ada yayasan atau orang tua asuh. Ini yang kami pikirkan,” pungkasnya.

Tinggalkan Komentar...