Senin, Juni 17, 2024
BerandaKlungkungKasus Gigitan Anjing Rabies Kembali Terjadi di Klungkung

Kasus Gigitan Anjing Rabies Kembali Terjadi di Klungkung

SEMARAPURA, balipuspanews.com – Kasus gigitan anjing rabies kembali terjadi di Bumi Serombotan. Kali ini kasus gigitan terjadi di Desa Tihingan, Banjarangkan, Klungkung.

Diketahui ada sekitar 7 orang warga di desa setempat sempat diserang dan digigit anjing misterius yang diduga positif rabies dan harus menerima VAR (vaksin anti rabies).

Perbekel Desa Tihingan  I Wayan Sugiarta ketika di konfirmasi, Senin(19/4/2021) menjelaskan, anjing itu menyerang warga, Sabtu sore (17/4/2021). Pihaknya menuturkan warga sebenarnya sebelumnya mengatahui anjing tersebut jinak, tapi ketika itu prilakunya berubah. Anjing itu tiba-tiba agresif, dan menyerang siapa saja walau tidak ada yang mengusiknya.

“Anjing itu sebenarnya sebelumnya anjing peliharaan, tapi diliarkan pemiliknya,” ujarnya.

Hari itu, menurut Perbekel pihaknya menerima informasi ada 4 warga yang diserang. Tiga diantaranya orang dewasa dan seorang anak-anak.

“Anjing itu sangat meresahkan warga kami. Saya lalu koordinasi dengan Dinas Pertanian, karena anjing ini dari prilakunya mengarah rabies. Anjing ini juga terkesan takut cahaya matahari,” jelasnya.

Setelah berkoordinasi, sore itu juga petugas Bidang Kesehatan Hewan datang. Petugas bersama warga sempat mencari keberadaan anjing yang diketahui berwarna coklat itu. Setelah didapati, anjing itu langsung dieliminasi dan sampel otaknya langsung di cek di laboratorium.

BACA :  Pemkab Jembrana Gelar Bersih-bersih Lingkungan

Dinas Pertanian Klungkung baru menerima hasil pemeriksaan sampel otak anjing tersebut, Senin (19/4/2021). Hasilnya anjing itu positif rabies.

Kadis Pertanian Klungkung, Ida Bagus Juanida, ketika dikonfirmasi, Senin (19/4/2021), membenarkan hal tersebut.

“Dinas Kesehatan hari ini sudah turun untuk lakukan penelusuran, terkait warga yang sempat tergigit untuk dapat diberikan vaksin anti rabies,” ujar Juanida tegas.

Terkait kejadian tersebut tampak petugas kesehatan hewan, juga  melakukan eliminasi terhadap anjing liar yang diduga sempat kontak dengan anjing rabies itu.

“Apalagi informasi warga, anjing rabies itu sempat menggigit anjing liar lainnya. Ini yang kami antisipasi, agar virus ini tidak menyebar secara luas,” pungkasnya.

Dinas Pertanian melalui Bidang Kesehatan Hewan, saat ini tengah melakukan pencegahan penularan rabies dengan melakukan elimiansi dan vaksinasi anjing di Desa setempat.

Penulis : Roni

Editor : Budiarta

RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -

Most Popular