Kasus LPPDK Dr. Somvir, DKPP Rehabilitasi Seluruh Komisioner KPU dan Bawaslu Provinsi Bali kecuali Gede Raka Nakula

Dokumentasi - Sidang Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) di Ruang Sidang DKPP, Gedung DKPP, Jakarta. (Foto: DKPP)
Dokumentasi - Sidang Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) di Ruang Sidang DKPP, Gedung DKPP, Jakarta. (Foto: DKPP)

JAKARTA, balipuspanews.com – Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) sidang pembacaan putusan sebanyak tujuh perkara di Ruang Sidang DKPP, Gedung DKPP, Jakarta, Rabu (1/9/2021) yang dimulai sejak pukul 09.30 WIB.

Salah satu perkara yang diputus DKPP adalah Nomor Perkara 125-PKE-DKPP/IV/2021 yang memutuskan perkara Laporan Penerimaan dan Pengeluaran Dana Kampanye (LPPDK) Caleg Dr Somvir dengan teradu seluruh komisioner KPU dan Bawaslu Provinsi Bali.

Dari sepuluh komisioner KPU dan Bawaslu Provinsi Bali yang disidang perkaranya itu semuanya diputuskan tidak bersalah dan direhabilitasi nama baiknya, kecuali Anggota Provinsi Bali Anak Agung Gede Raka Nakula selaku Teradu II yang mendapat sanksi peringatan.

“Menjatuhkan sanksi Peringatan kepada Teradu II Anak Agung Gede Raka Nakula selaku Anggota KPU Provinsi Bali sejak putusan ini dibacakan,” kata Ketua Majelis, Dr. Alfitra Salam, APU saat membacakan putusan perkara nomor 125-PKE-DKPP/IV/2021.

Sedangkan sembilan komisiner lainnya diputus tidak bersalah dan direhabilitasi nama baiknya itu Ketua KPU Provinsi Bali, I Dewa Agung Lidartawan dan 3 Anggota KPu Provinsi Bali yaitu I Gede John Darmawan, I Gusti Ngurah Agus Darma Sanjaya dan Luh Putu Sri Widyastini.

Selain itu, putusan rehabilitasi juga diberikan kepada Ketua KPU Provinsi Bali yaitu Ni Ketut Ariyani dan 4 Anggota Bawaslu Provinsi Bali yaitu I Ketut Rudia, I Wayan Widyardana Putra, I Wayan Wirka dan Ketut Sunadra.

Sebelumnya DKPP telah menggelar sidang dugaan pelanggaran Kode Etik Penyelenggara Pemilu (KEPP) perkara nomor 125-PKE-DKPP/IV/2021 di Ruang Sidang DKPP, Jakarta, pada Jumat (18/6/2021).

Perkara ini diadukan oleh Ketut Adi Gunawan. Pengadu melaporkan Ketua dan Anggota KPU Prov. Bali yakni, I Dewa Agung Lidartawan, Anak Agung Gede Raka Nakula, I Gede John Darmawan, I Gusti Ngurah Agus Darma Sanjaya, dan Luh Putu Sri Widyastini sebagai Teradu I – V. Pengadu juga melaporkan Ketua dan Anggota Bawaslu Prov. Bali  yakni Ketut Ariani, I Ketut Rudia, I Wayan Widyardana Putra, I Wayan Wirka, dan Ketut Sunadra sebagai Teradu VI – X.

Dalam pokok aduan, para Teradu baik KPU maupun Bawaslu Provinsi Bali dituduh sama-sama bekerja secara tidak profesional dalam menindaklanjuti aduan masyarakat atas nama Gede Suardana tanggal 20 Bulan Juni tahun 2019.

Pengaduan tersebut terkait dugaan pelanggaran undang-undang pemilu oleh para Teradu  perihal keterangan tidak benar dalam  Laporan Penerimaan dan Pengeluaran  Dana Kampanye (LPPDK)  caleg terpilih Dapil 5 No. Urut 10 untuk DPRD Provinsi Bali atas nama Dr. Somvir dari Partai Nasdem dan tetap mengesahkan Dr. Somvir sebagai calon terpilih DPRD Provinsi Bali 2019.

Sesuai ketentuan Pasal 31 ayat (1) dan (2) Peraturan DKPP Nomor 1 Tahun 2021 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan DKPP Nomor 3 Tahun 2017 tentang Pedoman Beracara Kode Etik Penyelenggara Pemilihan Umum, sidang akan dipimpin Anggota DKPP dan Tim Pemeriksa Daerah (TPD) Provinsi Bali.

Berikut Nomor Perkara 125-PKE-DKPP/IV/2021 yang diputus DKPP pada Rabu, 1 September 2021 :

Ketua dan Anggota KPU Prov. Bali

1. I Dewa Agung Lidartawan                   (Rehabilitasi)

2. Anak Agung Gede Raka Nakula         (Peringatan)

3. I Gede John Darmawan                      (Rehabilitasi)

4. I Gusti Ngurah Agus Darma Sanjaya  (Rehabilitasi)

5. Luh Putu Sri Widyastini                       (Rehabilitasi)

Ketua dan Anggota Bawaslu Prov. Bali

6.  Ketut Ariyani                                      (Rehabilitasi)

7.  I Ketut Rudia                                     (Rehabilitasi)

8.  I Wayan Widyardana Putra               (Rehabilitasi)

9.  I Wayan Wirka                                  (Rehabilitasi)

10. Ketut Sunadra                                  (Rehabilitasi)

Penulis : Hardianto

Editor  : Oka Suryawan