Kasus Pencabulan Anak Dibawah Umur Di Buleleng, Polisi Tetapkan 10 Orang Tersangka

Kapolres Buleleng saat melaksanakan Press Release Kasus Persetubuhan terhadap anak dibawah umur yang terjadi di Lima TKP berbeda, Jumat (30/10/2020).
Kapolres Buleleng saat melaksanakan Press Release Kasus Persetubuhan terhadap anak dibawah umur yang terjadi di Lima TKP berbeda, Jumat (30/10/2020).

BULELENG, balipuspanews.com – Proses pengungkapan kasus persetubuhan terhadap anak dibawah umur yang terjadi pada Minggu (11/10/2020) dan Senin (12/10/2020) di lima tempat berbeda akhirnya mendapat titik terang. Pihak kepolisian berhasil mengamankan sepuluh prang tersangka yang dimana tujuh orang tersangka masih rata – rata berusia 15 sampai 17 tahun dan tiga orang sudah dewasa.

Dari keseluruhan pelaku yang berusia dibawah umur diantaranya bernama Acet, Pakar, Dika, Arta, Juli, Tisnu, dan Ersa sementara sisanya yang bertiga yakni Rudi (19), Berit (22), dan Wawan (19) sudah dilakukan penahanan sejak dari tanggal (27/10/2020).

BERITA TERKAIT:

Kapolres Buleleng AKBP I Made Sinar Subawa, S.I.k.,M.H., menjelaskan kronologis terjadinya pencabulan berawal dari korban Bunga (nama samaran) anak perempuan berumur 12 tahun meminta ijin keluar untuk mengerjakan tugas sekolah pada hari Minggu (11/10/2020) pukul 19.00 Wita, akan tetapi sampai Senin pagi (12/10/2020) korban tak kunjung datang akhirnya orang tua memutuskan menanyakan korban ke teman-temannya. Setelah hasil pencarian korban tak ditemukan kemudian tepat pada hari Selasa (13/10/2020) sekitar pukul 17.30 Wita korban berhasil ditemukan di Banjar Dinas Pendem, Desa Alas Sangker bersama seorang lelaki dipinggir jalan, saat itu juga korban langsung diajak orang tuanya pulang.

“Setelah ketemu korban dibawa kerumah dan ditanya oleh orang tuanya terkait tidak pulangnya korban selama beberapa hari, dan apa yang terjadi, kemudian korban bercerita bahwa telah mengalami persetubuhan,” jelasnya, Jumat (30/10/2020

Lebih jauh dijelaskan AKBP Sinar setelah sang ibu yang mendengar cerita dari korban syok dan melaporkan kejadian tersebut ke Mapolres Buleleng dengan lima laporan polisi tertanggal (16/10/2020), maka setelah mendapat laporan tersebut Unit PPA melakukan penyelidikan terhadap laporan tersebut. Sampai akhirnya mendapatkan beberapa terduga pelaku setelah barang bukti, hasil visum, dan keterangan saksi-saksi yang cukup kuat. Akhirnya pihak kepolisian menangkap kesepuluh tersangka pada tanggal (26/10/2020).

“Pemeriksaan sempat mengalami kendala karena korban masih syok, dan harus didampingi psikolog. Setelah semua berjalan akhirnya 10 tersangka berhasil ditetapkan, tiga diantaranya orang dewasa, dan sisanya masih dibawah umur berkisar umur 15-17 tahun,” imbuhnya.

Sementara dari kejadian yang dilakukan oleh masing-masing tersangka yang dimana tujuh orang yang masih dibawah umur maka ketujuhnya tidak dilakukan penanganan, akan tetapi untuk tiga orang tersangka lainnya disangka telah melakukan tindak pidana persetubuhan terhadap anak dibawah umur sebagaimana dimaksud dalam rumusan pasal 81 UU RI nomor 35 tahun 2014 dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

“Kasus ini masih kami dalami lagi, tersangka terancam kena hukuman maksimal 15 tahun penjara akibat dari perbuatannya tersebut,” tutupnya.

Penulis : Nyoman Darma

Editor : Oka Suryawan