Kasus Penganiayaan di Desa Banjar Terungkap, Korban Mendahului Menyerang Tersangka Sebelum Tewas

Tersangka pembunuhan di Banjar Dinas Munduk, Desa/Kecamatan Banjar
Tersangka pembunuhan di Banjar Dinas Munduk, Desa/Kecamatan Banjar

BULELENG, balipuspanews.com – Polsek Banjar, Buleleng, Rabu (10/2/2021), mengeluarkan rilis untuk mengungkap dugaan perkelahian KS,48, dengan IKS alias L yang menyebabkan KS meregang nyawa.

Dalam rilis tersebut Kapolsek Kompol Made Agus Dwi Wirawan menerangkan bahwa tersangka IKS alias L tega menghabisi korban dikarenakan mabuk serta terjadi ketersinggungan dan tersangka membela diri karena diserang duluan.

Dari keterangan saksi yang telah diminta keterangan terungkap bahwa awal mula saksi GA datang ke rumah korban bersama L, Senin (8/2/2021) sekiranya pukul 14.00 WITA.

Lalu tersangka memberikan korban uang untuk membeli minuman beralkohol untuk diminum bersama, namun sebelum minuman habis GA pergi mendahului tanpa alasan. Saat saksi pergi tersangka mencoba melayangkan pertanyaan, tapi saksi justru menjawab dengan kata kurang baik.

“ Saksi meninggalkan keduanya sebelum minuman mereka habis, namun tersangka sempat bertanya tapi saksi menjawab dengan kurang bagus,” terangnya.

Tak berselang lama minuman mereka pun habis sehingga tersangka memberikan uang kepada korban untuk membeli kembali minuman. Akhirnya keduanya melanjutkan untuk minum, tak sampai disana tersangka lalu menyuruh istri korban yang berinisial KW untuk berbelanja dengan memberikan uang sejumlah Rp100 ribu.

Saat istri korban bergegas tiba-tiba saksi sudah mendapati keduanya cekcok. Tersangka kemudian memberi uang ke korban, namun justru korban mengembalikan uang itu. Sementara istri korban lalu mendekati serta meminta uang tersangka untuk berbelanja keluar dari rumah.

“ Saat itulah korban memaki tersangka dan korban masuk kedalam kamarnya lalu mengambil kayu dan memukul kepala tersangka sebanyak dua kali,” ungkapnya.

Tersangka lalu mencoba menyangga dan bertanya kepada korban kenapa sampai bertindak seperti itu. Akan tetapi korban justru kembali memukul kepala tersangka sebanyak enam kali. Seketika itupun tersangka meloncat dan reflek menyapu korban hingga terjatuh sehingga tongkat yang dipegang korban terlepas.

“ Nah saat itu kayu korban kemudian ditangkap dan dipakai menghajar balik korban hingga tidak bisa bergerak lagi,” imbuhnya.

Lima menit berselang saksi yakni istri korban kemudian datang dan melihat tersangka telah memukul suaminya tersebut. Sontak membuatnya takut dan berteriak keluar dari TKP untuk meminta tolong. Tersangka yang mengetahui hal itu lalu panik dan saat saksi kembali ke TKP tersangka sudah tidak ada.

“ Saat pelaku menghajar korban, saksi datang dan keluar meminta tolong karena mendapati korban sudah dihajar oleh tersangka, namun saat saksi kembali tersangka sudah tidak ada ditempat,” tuturnya.

Akhirnya dari hasil penyelidikan tersangka disangkakan sesuai Primair Pasal 338 KUHP, subsideir pasal 351 ayat (3) KUHP, adapun ancaman hukuman pasal 338 KUHP berbunyi : “Barang siapa dengan sengaja menghilangkan jiwa orang lain, dihukum, karena makar mati, dengan hukuman penjara selama-lamanya lima belas tahun”. Sedangkan pasal 351 ayat (3) berbunyi : “jika perbuatan itu menjadikan mati orangnya, dia dihukum penjara selama-lamanya tujuh tahun”.

Sementara itu tersangka mengaku menyesal telah melakukan hal itu. Namun ia tetap melakukan pembelaan dengan mengatakan bahwa korban yang mendahului memukul sebanyak enam kali. Sehingga dirinya reflek menyapu korban lalu memukulnya. Korban juga dikatakan sempat berkata kasar dan mengancam akan membunuhnya.

“ Saya sudah merendah minta maaf, walaupun saya merasa tidak bersalah. Kok dia kejam kayak gitu. Sampai berkata kasar dan mangatakan ingin membunuh saya,” tandasnya.

Penulis : Nyoman Darma

Editor : Oka Suryawan