Senin, Oktober 26, 2020
Beranda Bali Denpasar Kasus Penyekapan, Legal Nexus Law Firm Luruskan Soal Penahanan Rumah Kliennya

Kasus Penyekapan, Legal Nexus Law Firm Luruskan Soal Penahanan Rumah Kliennya

- Advertisement -

DENPASAR, balipuspanews.com – Kasus dugaan penganiaya dan penyekapan yang menyeret warga Irlandia, Ciaran Francis Caulfield tidak lama lagi masuk ke meja persidangan. Bahkan informasi terakhir, pihak kejaksaan telan melimpahkan kasus ini ke Pengadilan Negeri (PN) Denpasar.

Namun sebelum Ciaran Francis Caulfield duduk di kursi pesakitan, kuasa hukumnya, Jupiter G Lalwani, SH dan Chandra Katharina Nutz, SH dari Legal Nexus Law Firm terlebih dahulu meluruskan beberapa pemberitaan yang menyudutkan kliennya tersebut.

Jupiter dan Katharina tidak membantah bila kliennya memang tidak ditahan di LP Kerobokan tetapi hanya menjalani tahanan rumah. Namun demikian, soal penahanan itu murni adalah kewenangan jaksa, bukan kewenangan pengacara.

Oleh karena itu, Jupiter dan Katharina pun sangat menyayangkan adanya upaya penggiringan opini publik dengan melakukan provokasi terhadap pemberitaan yang sifatnya memojokkan salah satu pihak.

“Kami mempunyai keyakinan bahwa masyarakat sangat bijak untuk tidak terprovokasi dengan pemberitaan yang sifatnya memojokkan salah satu pihak terlebih dengan menggunakan isu SARA,” tegas Jupiter beserta Katharina saat ditemui di Denpasar, Jumat (19/6/2020).

Kembali ke soal pengalihan penahanan, Jupiter beranggapan bahwa, siapapun, baik itu orang asing maupun orang Indonesia mempunyai kedudukan yang sama di mata hukum.

“Kami beranggapan bahwa, siapapun di mata hukum adalah sama. Oleh karena itu sebagai pengacara kami hanya sebatas membela hak-hak klien kami dengan pengajukan pengalihan penahanan. Soal dikabulkan atau tidak itu kewenangan jaksa,” tegas Jupiter.

Selain itu, Katharina juga mengajak semua untuk memantau jalannya persidangan nanti. “Artinya biarkan proses berjalan, jangan menghakimi seseorang sebelum mengetahui fakta apa saja yang terungkap dalam persidangan,” harapnya.

Yang terakhir, Jupiter kembali berharap agar rekan-rekan awak media untuk memberitakan perkara ini secara berimbang.

“Harapan kami ke depannya adalah dapat menyajikan pemberitaan yang berimbang tanpa harus menyudutkan salah satu pihak,” pungkas Jupiter.

Sementara Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejari Denpasar I Wayan Eka Windanta saat dimintai tanggapannya terkait penahanan rumah terhadap Ciaran Francis Caulfield, menjawab sebatas melanjutkan dari kepolisian.

“Dari Polda kan tidak ditahan karena memang sel di Polda Bali penuh, kami pun melanjutkan dengan menahan tersangka dengan tahanan rumah,” jawab Eka Windanta, Jumat (17/6/2020).

Dikatakan pula, saat ini berkas acara pemeriksaan (BAP) dan juga tersangka sudah dilimpahkan ke Pengadilan. “Sudah kami limpahkan ke Pengadilan sehari setelah menerima pelimpahan dari Polda. Artinya sekarang kewenangan sudah ada di Pengadilan,” pungkas Eka Widanta.

Seperti diberitakan sebelumnya, Ciaran Francis Caulfield oleh tim penyidik Polda Bali ditetapkan sebagai tersangka atas kasus dugaan penganiayaan dan penyekapan terhadap Ni Made Widyastuti Pramesti (44).

Penulis/Editor : Putu Artayasa

- Advertisement -

Diduga Sopir Mengantuk, Mobil Pick Up Oleng Seruduk Mobil Avanza Parkir

BANGLI, balipuspanews.com – Akibat mengantuk dan hilang konsentrasi, mobil Pick Up bernopol DK 9670 KZ, yang dikendarai Kocong, 42, Pria asal Desa Songan B,...

Tak Hiraukan Teguran, Pabrik Penyulingan Daun Cengkeh Akhirnya Ditutup Paksa

Sebuah tempat usaha penyulingan daun cengkeh yang berada di Desa Padangbulia, Kecamatan Sukasada ditutup paksa oleh tim Satpol PP Kabupaten Buleleng. Hal itu dilakukan sebab pemilik tempat tidak menghiaraukan teguran petugas, sehingga Pol PP lalu bertindak tegas menutup paksa usaha penyulingan daun cengkeh yang beroperasi dan dianggap menimbulkan polusi udara.
Member of