Rapid test warga banjar Munduk
Rapid test warga banjar Munduk

NEGARA, balipuspanews.com – Warga Jembrana yang terjangkit virus covid 19 kembali bertambah. Seorang warga desa Yeh Embang, kecamatan Mendoyo, yang berprofesi sebagai PBS dinyatakan positif covid-19.

Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Jembrana, dr I Gusti Agung Putu Arisantha mengatakan, penambahan pasien positif seorang warga asal Yeh Embang, itu setelah dari hasil swab tes dinyatakan positif.

Pasien itu sudah menjalani perawatan di RSU Negara. Gugus tugas juga sudah melakukan tracking kepada keluarga dan rekan kantornya dengan melaksanakan rapid test.

“Saat ini total kasus kumulatif pasien positif Covid-19 di Jembrana menjadi 43 orang,” katanya.

Selain itu, Arisantha yang juga Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit di Dinkes Jembrana juga memaparkan perkembangan penelusuran kontak yang dilakukan surveilansnya terhadap tracking seorang dokter terkonfirmasi positif di Jembrana.

Dokter yang berdomisili di Denpasar tercatat di data gugus tugas Denpasar, sempat pulang ke Jembrana untuk menghadiri suatu acara. Untuk kontak jauh sudah dilakukan rapid test sedangkan swab bagi mereka yang sempat melakukan kontak dekat.

“Untuk rapid test kita lakukan terhadap 15 kontak jauh. Sedangkan test swab terhadap 8 kontak dekat. Kabar baiknya, keseluruhan kontak itu dinyatakan non reaktif dan negatif hasil swab test,” paparnya.

Dengan terus meluasnya kasus dari transmisi lokal. Arisantha terus berharap kesadaran warga untuk tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan. Tanpa protokol kesehatan dan disiplin penyakit itu tidak akan menurun dan berhenti dengan cepat, terutama pencegahan kasus transmisi lokal.

“Penyebaran kasus di Jembrana awalnya memang banyak dari PMI. Namun sekarang transmisi lokal juga sudah mulai muncul Untuk penanganan PMI relatif bisa dikendalikan karena sesuai kebijakan pemerintah, langsung kita isolir dan tangani. Nah, mengendalikan transmisi lokal ini yang perlu kesadaran dan disiplin tinggi dari semua pihak,” jelasnya.

Terkait karantina warga munduk Kaliakah, hari ini sudah dilaksanakan rapid test susulan bagi warga yang belum datang.

Hasilnya, dari jumlah 238 warga yang belum datang, hari ini 12 orang sudah laksanakan rapid test, seluruhnya dinyatakan non reaktif. Sisanya masih ada sekitar 226 warga asal Banjar Munduk yang belum laksanakan rapid test.

Untuk itu pihaknya terus berkoordinasi dengan perbekel desa Kaliakah, untuk melakukan rapid test susulan kembali kepada warga yang belum dirapid.

“Warga yang belum jalani rapid masih cukup banyak, sekitar dua ratusan. Memang informasinya ada warga yang tinggal diluar Jembrana, bahkan ada yang sedang di Kalimantan. Nah tim surveilans kita terus lakukan penelusuran, termasuk jemput bola bila ada warga lansia dengan keterbatasannya tidak bisa hadir saat rapid test massal dilaksanakan,” paparnya.

Perluasan tracking pihaknya juga melaksanakan rapid test tidak hanya di banjar Munduk saja tapi juga didesa perbatasan yakni desa Berangbang. Sebelumnya dari klaster banjar munduk ini, tercatat satu orang warga desa Berangbang terkonfirmasi positif covid-19.

“Sudah dilaksanakan rapid test massal kepada warga Banjar Berangbang Desa Berangbang. Dari 93 warga, 86 orang sudah datang dan laksanakan rapid test. Hasilnya ke-86 warga itu non reaktif,” ungkapnya.

Penulis/Editor : Anom/Oka Suryawan

Facebook Comments