Vaksinasi anjing
Vaksinasi anjing
sewa motor matic murah dibali

NEGARA, balipuspanews.com- Upaya untuk membebaskan Jembrana dari kasus rabies masih belum berehasil. Meski berbagai upaya sudah dilakukan namun hingga kini kasus rabies masih terjadi di tujuh desa/kelurahan.

Dari data di dinas Pertanian dan pangan pemkab Jembrana, sejak Januari sampai sekarang kasus gigitan p0ositif rabies terjadi di 7 desa/ kelurahan. Dari kasus gigitan rabies di tujuh desa/kelurahan itu terbanyak terjadi di kecamatan Negara yakni desa Brambang, Tegal Badeng Timur, Tegal Badeng Barat dan kelurahan Banjar tengah.

Sisanya terjadi di desa Warnasari dan desa Tuwed kecamatan Melaya serta di desa Yehsumbul, kecamatan Mendoyo. “ Untuk Jumlah gigitan dari Januarai sampai Mei ada 1258 kasus yang tersebar di seluruh Jembrana,” ujar kabid Keswan dan Kesmavet dinas Pertanian dan pangan Pemkab Jembrana I Wayan Widarsa, Selasa (18/06/2019).

Untuk menekan kasus rabies itu, Dinas pertanian dan pangan mulai hari ini melakukan penyisiran vakinasi hewan penular rabies (HPR) ke desa-desa. Saat ini populasi HPR di jemmbrana tercatat sebanyak 42.090 ekor.

Dari jumlah YHPR itu yang sudah tervaksinasi saat vaksinasi massal beberapa waktu lalu tercatat baru 39.081 ekor atau masih ada 3 ribu lrebih yang tercecer. “HPR yang belum tervaksin itulah mulai hari ini hingga akhir bulan Juni kita sasar dengan pemnyisiran ini,” jelasnya.

Penyisiran vaksinasi rabies ini difokuskan pada anjing atau HPR yang belum tervaksin dilakukan seperti di Banjar tengah, Negara. “Anak anjing ini milik adiks aya baru berumur tiga bulan dan belum divaksin,” ujar salah satu pemilik anjing Ni Wayan Sukarmi warga kelurahan Banjar Tengah.

Menurut Widarsa di Banjar tengah ini pada 9 Jumo lalu ada anjing positif rabies yang mengigit warga. “Anjing itu terlepas saat vaksin bulan Mei sehingga dan menggigit warga. kita melakukan vaksinasi ini untuk mengurangi penyebaran rabies lewat vaksinasi ini,” ungkapnya. (nm/bpn/tim)