Jumat, Juni 14, 2024
BerandaNasionalJakartaKasus Sentimen Anti Asia di AS, Dubes Dituntut Pahami Kondisi Negara Penempatan

Kasus Sentimen Anti Asia di AS, Dubes Dituntut Pahami Kondisi Negara Penempatan

JAKARTA, balipuspanews.com – Kasus gerakan sentimen warga Amerika Serikat (AS) terhadap warga ras Asia di negara adikuasa tersebut merupakan fenomena yang harus menjadi perhatian para Duta Besar Indonesia dimanapun penempatannya.

Sehingga, para Dubes dapat mengantisipasinya dengan memberikan perlindungan bagi warga negara Indonesia (WNI) dari tiap permasalahan yang terjadi di negara bersangkutan.

“Tentunya yang penting adalah bagaimana seorang Dubes itu bisa mengetahui tentang kondisi geografis, sejarah dan masyarakat di negara tempat bertugas,” ucap Wakil Ketua MPR RI Syarief Hasan dalam diskusi 4 Pilar MPR RI, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (29/3/2021).

Diskusi yang mengambil tema “Menyoal Rasisme Anti Asia di AS, Bagaimana Nasib WNI Kita?” juga dihadiri pembicara lainnya, Anggota MPR RI merangkap Anggota Komisi I DPR RI Christina Aryani.

Syarief mengatakan selama banyak para Dubes RI hanya fokus pada perlindungan bagi para Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di luar negeri.

Seharusnya, para Dubes juga harus memperhatikan pola masyarakat setempat soal perlakuan rasisme di suatu negara terhadap warga tertentu.

BACA :  Bungkam Filipina 2-0, Garuda Muda Torehkan Sejarah Baru

Di sisi lain, Politisi dari Partai Demokrat ini juga meminta peran aktif WNI di luar negeri untuk melapor ke KBRI setempat. Sehingga ketika mendapat perlakukan kekerasan atay perundungan dari warga setempat, pihak KBRI bisa segera memberikan bantuan dan pertolongan.

“Jadi KBRI itu bisa mengetahui kalian ada dimana. Selain itu mengetahui perkembangan yang ada dan bisa mengantisipasi kejadian-kejadian yang dialami oleh kalian dan melakukan pertolongan pertama pada saat yang dibutuhkan,” kata mantan Menteri Koperasi dan UKM ini.

Anggota MPR RI dari Fraksi Partai Golkarm Christina Aryani menyesalkan adanya perlakuan kekerasan yang dialami dua WNI di AS terkait sentimen Anti Asia ini.

“Tentunya ini tidak hanya dialami oleh warga negara Indonesia yang saat ini berada di Amerika tetapi juga warga negara keturunan Asia lain,” katanya.

Anggota Komisi DPR yang membidangi Pertahanan Hubungan Luar Negeri ini mengungkapkan kasus-kasus rasial memang sudah terjadi di AS sejak dulu, sejak Tahun 1800 an. Fenomena gerakan rasial di negara multikultural ini, kata Aryani kondisinya muncul tenggelam.

BACA :  Jazz vs Truk di Jalan Muncan - Rendang, Satu Orang Meninggal

Soal munculnya kembali sentimen rasis kali ini dan kebetulan di alami oleh ras Asia, menurut Aryani sangat mungkin dilecut oleh provokasi mantan Presiden AS, Donlad Trump.

Menurut Aryani, saat berkuasa Trump seringkali menyalahkan negara-negara Asia, khususnya China sebagai penyebab dari terpuruknya ekonomi AS karena menjadi pembawa virus Covid-19.

“Trump ini di masa pemerintahannya kan memang sering sekali mengatakan virus Covid ini virus China. Jadi secara tidak langsung presiden Trump ini harusnya disalahkan juga, karena dia membangkitkan sentimen ketidaksukaan itu,” kata Aryani.

Sehingga ketika pandemi Covid-19 di AS yang telah menyebabkan jutaan warga AS meninggal dunia dan menderita, kemarahan dan kekesalan warga AS pun dilampiaskan kepada ras Asia.

“Dia (Trump) bukan biang kerok tetapi kata-katanya dia ngipasin, dan menjadi timbulnya efek seperti saat ini. Seharusnya sebagai seorang pemimpin, kita sangat menyayangkan kok narasi segitu negatifnya,” kata Aryani.

Penulis : Hardianto
Editor : Oka Suryawan

RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular