Kasus Terkonfirmasi Covid-19 Bertambah 139 Orang, Kasus Sembuh 94 Orang di Denpasar

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai

DENPASAR, balipuspanews.com – Perkembangan kasus Covid-19 hingga saat ini masih terjadi sejak pertama kali diumumkan pada Maret 2020 lalu. Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kota Denpasar melaporkan terjadi penambahan kasus terkonfirmasi Covid-19 sebanyak 139 kasus, pada Senin (5/7/2021). Total hingga saat ini tercatat 16.382 kasus.

Penambahan kasus sembuh dari Covid-19 juga mengalami penambahan sebanyak 94 orang. Penambahan ini membuat total pasien yang berhasil sembuh dari Covid-19 menjadi 15.133 orang atau 92,38 persen.

Sementara, kabar duka kembali menyelimuti Denpasar. Dimana 3 pasien terkonfirmasi Covid-19 dinyatakan meninggal dunia, sehingga sampai saat ini kasus meninggal dunia sebanyak 363 orang atau 2,21 persen.

Dan kasus aktif yang masih dalam perawatan sebanyak 886 orang (5,241 persen).

“Perkembangan kasus harian, kasus meninggal dunia mengalami penambahan sebanyak 3 orang, kasus positif Covid-19 hari ini melonjak di angka 139 orang dan kasus sembuh bertambah 94 orang, kita harus terus waspada dan disiplin prokes, taati aturan saat penerapan PPKM Darurat,” kata Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai, saat dikonfirmasi, Senin (5/7/2021).

Terkait kasus meninggal dunia, pasien pertama merupakan seorang laki-laki usia 42 tahun yang berdomisili di Desa Dauh Puri Kauh.

Pasien kedua merupakan seorang perempuan usia 51 tahun yang berdomisili di Desa Pemogan.

Dan pasien ketiga merupakan seorang laki-laki usia 69 tahun yang berdomisili di Kelurahan Sanur.

Pihaknya mengajak seluruh masyarakat dalam beraktivitas untuk selalu waspada dan tidak lengah atas perkembangan kasus saat ini serta selalu menerapkan protokol kesehatan dengan berpedoman pada penerapan PPKM Darurat Jawa-Bali. Terlebih lagi saat ini adanya mutasi Covid-19 dengan varian baru.

“Jangan mengurangi kewaspadaan, titik-titik lengah kemungkinan menyebabkan tingkat kasus Covid-19 di Denpasar meningkat, jadi intinya kapanpun dan dimanapun harus tetap waspada dan disiplin menerapkan protokol kesehatan, terlebih saat ini virus sudah bermutasi. Dalam seminggu terakhir kasus mengalami peningkatan,” imbuhnya.

Lebih lanjut Dewa Rai mengatakan bahwa berbagai upaya terus dilaksanakan guna mendukung upaya penurunan zona resiko, penurunan tingkat penularan, meningkatkan angka kesembuhan pasien dan mencegah kematian.

Hal ini dilaksanakan dengan menggelar operasi yustisi protokol kesehatan, sosialisasi dan edukasi berkelanjutan secara rutin dengan menggunakan mobil calling atau door to door, serta melaksanakan penyemprotan disinfektan wilayah secara terpadu.

Selain itu, Pemkot Denpasar juga terus berupaya untuk memaksimalkan realisasi vaksinasi kepada masyarakat, dan selanjutnya vaksinasi akan menyasar anak anak usia sekolah 12-17 tahun.

“Mohon kepada masyarakat untuk melakukan prokes secara ketat, termasuk saat di rumah wajib menerapkan prokes yang ketat untuk meminimalisir klaster keluarga, termasuk juga kami mengajak masyarakat untuk mensukseskan vaksinasi Covid-19,” ajak Dewa Rai.

Terkait upaya menekan angka kematian akibat Covid-19, Dewa Rai mengatakan bahwa Satgas mengimbau kepada masyarakat yang memiliki penyakit bawaan atau yang berada pada usia rentan untuk lebih disiplin menerapkan protokol kesehatan.

“Hindari kerumunan, selalu gunakan masker dan sesering mungkin mencuci tangan setelah melakukan aktivitas, selain itu mari bersama terapkan 3 M (menjaga jarak, menggunakan masker dan mencuci tangan),” kata Dewa Rai.

Penulis : Gde Candra

Editor : Oka Suryawan

Redaksi | Pasang Iklan | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik | Privacy Policy | Copyright | About Us
Member of
Exit mobile version