Kawal Perolehan Suara, Perindo Gelar Diklat Guru Saksi

31
DPW Perindo Provinsi Bali optimis merenggut suara nasional hingga empat persen
DPW Perindo Provinsi Bali optimis merenggut suara nasional hingga empat persen

DENPASAR TIMUR, balipuspanews.com- DPW Perindo Provinsi Bali optimis merenggut suara nasional hingga empat persen. Guna mengamankan target suara tersebut, DPW Perindo Provinsi Bali melakukan berbagai upaya. Salah satunya menggelar pendidikan dan pelatihan guru saksi Tempat Pemungutan Suara (TPS), Sabtu (2/3) di Hotel Nusa Indah, Kesiman.

Pelatihan tersebut diikuti 100 peserta, dari unsur pimpinan DPD, pimpinan DPC juga Caleg sesuai dapil dan kecamatan masing-masing. Dua pembicara yang dihadirkan, Ketua KPU Daerah Bali, I Dewa Agung Gede Lidartawan yang mensosialisasikan proses pungut hitung dan rekapitulasi suara di TPS, sedangkan Anggota Bawaslu Bali, I Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi, dengan materi potensi pelanggaran yang mungkin terjadi dalam proses rekapitulasi suara.

“Para guru saksi ini bertugas menindaklanjuti edukasi pada saksi-saksi di masing-masing wilayah, melaui pelatihan perdapil atau kecamatan,” jelas ketua panitia, I Ketut Gede Adi Saputra, didampingi Sekretaris DPW Partai Perindo Provinsi Bali, I Nyoman Widana.

Adi Saputra mengatakan, dengan perannya yang strategis, para saksi harus menerima informasi yang pasti dan utuh dalam melaksanakan fungsinya. Sehingga, pihaknya menilai langkah pembentukan guru saksi ini sangat efektif mengingat jumlah saksi yang dipersiapkan cukup banyak, berjumlah 12.384.

Selain memantapkan saksi, sekretaris Top 9 ini menjelaskan, pihaknya juga mempersiapkan aplikasi berbasis android dan software sebagai pengumpulan data, baik data saksi maupun perolehan suara.

Berkorelasi dengan pelatihan guru saksi, para saksi nantinya juga berkewajiban meneruskan hitungan suara dengan mengirim gambar pada aplikasi tersebut. Sehingga, dengan aplikasi tersebut dapat diperoleh hasil riil dan sekaligus menjadi perhitungan cepat perolehan suara.

“Kami sudah siapkan sistem data base yang berbasis IT, terintegrasi di seluruh Bali bahkan Indonesia dengan hitungan per detik. kalau ada hal beda dengan penyelenggaran, aplikasi ini kami jadikan bukti,” ujar Adi Saputra.

Upaya lain dalam mengamankan suara, Adi Saputra juga menjelaskan Partai Perindo juga mempersiapkan 50 advokat untuk mengantisipasi pelanggaran atau kecurangan dalam pemungutan suara. Kendati selama ini belum ditemukan pelanggaran fatal, Adi Nugara mengatakan, tim advokat ini sudah disiapkan baik dari DPP Partai Perindo hingga kabupaten/kota.

“Selama ini memang kami temukan sejumlah pelanggaran, namun kami belum menilai hal tersebut sebagai kecurangan, masih bisa dikomunikasikan,” pungkasnya.
Sementara itu, Widana menambahkan, diklat saksi secara masif terhadap seluruh saksi TPS Perindo dijadwalkan Maret mendatang.

“Karena kemenangan itu tentunya ada di saksi. Jadi kami siapkan tutor (guru) saksi yang hadir pada kesempatan hari ini untuk nantinya memberikan suatu pemahaman secara teknis baik mengenai teknis penghitungan suara kepada seluruh saksi Perindo,” ujar Widana.

Ia mengatakan, selain melakukan pengamanan suara, para saksi ini diwajibkan ikut aktif mensosialisasikan Pemilu ke masyarakat agar menggunakan hak pilih dengan baik.

“Pemilu tahun ini berbeda dengan pemilu lima tahun yang lalu, karena kita melakukan Pemilu secara serentak antara pemilihan legislatif dan presiden,” pungkasnya.

Salah satu peserta pelatihan, I Ketut Dunia mengatakan, materi yang disosialisasikan sangat bermanfaat. Dengan informasi yang utuh, guru saksi dapat memberikan diklat kepada para saksi yang nantinya bertugas sesuai diamanatkan undang-undang.
“Ini komitmen partai dalam mengawal jalannya pemungutan suara,” ujar pria Caleg DPRD Provinsi Bali ini. (bud/bpn/tim).

Loading...